TOPIK TERPOPULER

Kembali Digelar Tahun Ini, MIWF Usung Tema Anthropause

Tim SINDOnews
Kembali Digelar Tahun Ini, MIWF Usung Tema Anthropause
Festival penulis Makassar International Writers Festival (MIWF) kembali digelar tahun ini, tepatnya 23 sampai 26 Juni 2021. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Festival penulis Makassar International Writers Festival (MIWF) yang merupakan acara tahunan Rumah Budaya Rumata’ kembali digelar tahun ini, tepatnya pada tanggal 23 sampai 26 Juni 2021. Tema yang bakal diusung adalah Anthropause, sebuah istilah baru yang muncul pada tahun 2020 yang menggambarkan jeda besar-besaran yang terpaksa dilakukan manusia di seluruh dunia akibat pandemi.

Diselenggarakan secara virtual, festival yang meraih penghargaan International Excellence Award, London Book Fair sebagai Festival Sastra Terbaik 2020 ini, menghadirkan pembicara utama penulis dan aktivis Marina Mahathir (Malaysia), penulis Sayaka Murata (Jepang) yang novelnya Convenience Store Woman telah diterjemahkan ke dalam 36 bahasa dan telah mendapatkan berbagai penghargaan.

Baca Juga: Desa Sade, Tujuan Wisata di Lombok yang Unik dan Bernilai Budaya

Selanjutnya, Nicholas Saputra (Indonesia) aktor, produser film dan aktivis lingkungan yang akan membagi ide dan pikirannya tentang keterkaitan antara alam dan manusia di tengah pandemi, serta penulis Indonesia Timur, Emil Amir (Makassar), Erni Aladjai (Banggai) dan Gody Usnaat (Papua) yang menawarkan gagasan baru tentang budaya, gender dan relasi kuasa di daerah mereka masing-masing.

Pendiri dan Direktur Makassar International Writers Festival (MIWF), Lily Yulianti Farid mengatakan, pengisi panggung utama festival tahun ini justru adalah para pekerja migran perempuan Indonesia di negara Asia yang menulis dan menjadi bagian dari ekosistem Sastra Migran dunia, para pengungsi dan pencari suaka yang masih tertahan di Indonesia dan mengisi keseharian mereka dengan menulis, serta penulis dari komunitas Tuli yang mengekspresikan kerisauan mereka melalui tulisan.



Baca Juga: Pesona Seni Budaya Nusa Tenggara Timur Pikat Diplomat dan Warga Canberra

“Pandemi membuka mata kita, sehingga ketidakadilan dan kesenjangan yang dulunya samar dan sayup terdengar, kini makin jelas wujudnya. Narasi seputar pandemi yang memenuhi kesadaran kita adalah narasi kelas menengah. Cerita-cerita dari kelompok masyarakat kurang mampu atau berkebutuhan khusus atau mereka yang sedang berada dalam kondisi rentan, perlu mendapat tempat yang lebih luas," jelas Lily.

MIWF edisi kesepuluh ini dilaksanakan atas dukungan Japan Foundation, Indonesia; The Body Shop Indonesia dan British Council serta puluhan komunitas, media, penerbit dan toko buku independen yang menjadi mitra. Seluruh kegiatan bersifat gratis, dapat diikuti dengan mendaftarkan diri di www.makassarwriters.com atau cukup dengan menyaksikannya langsung di Youtube Rumata’ Artspace.

Baca Juga: 4 Penulis Novel Stensilan Indonesia dan Karya-Karyanya



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!