alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bocah 14 Tahun Didakwa Kasus Narkoba, Keputusan Polda Sulsel Disoal

Muhammad Chaidir
Bocah 14 Tahun Didakwa Kasus Narkoba, Keputusan Polda Sulsel Disoal
Keputusan Polda Sulsel menjerat bocah 14 tahun dalam kasus narkotika disoal mengingat sang anak tidak tahu menahu soal perkara tersebut. Foto/Ilustrasi

MAKASSAR - Keputusan Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel yang menjerat seorang anak perempuan berinisial Nh (14) dalam perkara kepemilikan narkotika disoal oleh Abdul Gofur, pengacara anak yang kini menangani perkara tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

Gofur sangat prihatin lantaran polisi menetapkan Nh sebagai tersangka hanya karena menjadi penerima paket kiriman. Padahal, itu dilakukan sang anak atas suruhan ibunya. Belakangan baru diketahuinya paket yang diterimanya berisi sabu seberat 1 kilogram kiriman teman dekat ibunya.

Nh sendiri kini akan menghadapi dakwaan kasus narkoba setelah perkaranya masuk ke PN Makassar. "Yang kami sesalkan karena seharusnya polisi tidak mentersangkakan Nh dan tidak menyeretnya ke pengadilan," ujar Gofur kepada SINDOnews.



Ia menceritakan kronologi kejadian itu versi Nh. Mulanya, pihaknya ekspedisi memang menelepon Ibu Nh berkali-kali untuk mengambil paket dengan pengirim atas nama Ilo. Ibu Nh yang sedang tidak berada di rumah lantas meminta anaknya untuk mengecek kedatangan pihak ekspedisi.

"Nah karena memang paket itu sudah diidentifikasi polisi sebelumnya, Nh yang mendapat suruhan menemui pengirim paket, dia diminta bertanda tangan pada nota pengiriman. Dan kemudian begitu selesai tanda tangan, Nh lantas diamankan," ungkapnya.

Dalam proses berita acara pemeriksaan (BAP) untuk Nh, kata Gofur, sang anak bahkan tidak didampingi oleh keluarga ataupun walinya. Parahnya Nh kemudian selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka. Nh yang kini masih berumur 14 tahun itu malah menyandang status terdakwa di tengah masa pertumbuhannya sebagai remaja yang bersekolah.

"Sangat kita sesalkan, Nh yang kita tahu baru berumur 14 tahun itu sekarang malah menyandang status terdakwa ditengah masa pertumbuhannya sebagai remaja yang bersekolah, sangat kita sayangkan karena seharusnya anak berhadapan dengan hukum itu oleh penyidik mempertimbangkan Undang-Undang Perlindungan Anak," tukasnya.

Diketahui sidang dengan nomor perkara: 3/Pid.Sus-Anak/2020/PN Mks ini batal digelar Kamis (20/2/2020) kemarin lantaran Ketua Majelis Hakim berhalangan hadir. Sidangnya pun diakui terpaksa ditunda pekan depan.

Saat merilis kasus itu pada Mei 2019, polisi mengakui Nh tidak mengetahui isi paket kiriman yang ternyata berisi sabu seberat 1 kg. Sang anak hanya mengikuti perintah ibunya yang belakangan sempat kabur sebelum akhirnya ditangkap.

"Menurut keterangan N, dia sama sekali tidak mengetahui apa isi paket tersebut. Dia cuman diperintah oleh orang tuanya untuk mengambil paket, dan kemudian membawa ke salah satu tempat," kata Kombes Pol Dicky Sondany yang kala itu masih menjabat Kabid Humas Polda Sulsel.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook