TOPIK TERPOPULER

Penanganan Covid-19 Kota Makassar Perlu Dievaluasi

Tim SINDOnews
Penanganan Covid-19 Kota Makassar Perlu Dievaluasi
Biddokkes Polda Sulsel menggelar vaksinasi massal di aula kantor Kelurahan Bonto Makkio, Kota Makassar, Senin 14 Juni lalu. Foto: SINDOnews/Maman Sukirman

MAKASSAR - Penanganan kasus Covid-19 di Kota Makassar saat ini masih perlu dievaluasi. Sebab, meski kasus harian dilaporkan kecil, namun laporan mingguan justru masih mengalami peningkatan dalam lima pekan terakhir.

Hal tersebut dikemukakan Ahli Epidemiologi Unhas, Ansariadi. Menurutnya, laporan mingguan yang mengalami peningkatan dalam lima pekan terakhir perlu diantisipasi dini oleh pemerintah kota agar kasus ke depannya tetap terkontrol. “Jumlah kasus per minggu ini masih terus meningkat di Makassar sejak lima minggu terakhir," tuturnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Aktivitas Warga di Akhir Pekan Bakal Dibatasi

Dia mencontohkan pada minggu ketiga Juni, total kasus terdeteksi ada sebanyak 164 kasus baru, ini meningkat 14% dari pekan sebelumnya di mana ada sebanyak 144 kasus baru. Selain itu RT dilaporkan kembali naik di atas 1. “Jadi peningkatan jumlah kasus ini terjadi di hampir semua umur," lanjutnya.

Hal yang perlu diwaspadai adalah adanya potensi peningkatan hunian di RS. Per 20 Juni 2021 dilaporkan terdapat 328 kasus aktif di mana 55% di antaranya dirawat di rumah sakit.



“Kasus baru Covid-19 sebagian besar dilaporkan berdomisili di Kecamatan Panakkukang, Ujung Pandang, Biringkanaya, Manggala, Rappocini, Tamalanrea dan Tamalate," tuturnya.

Dia meminta agar pemkot mewaspadai peningkatan kasus di luar daerah, hal ini perlu intens diinformasikan ke masyarakat. Dia juga meminta agar pemkot mengevaluasi upaya penanganan Covid-19, utamanya upaya tracking, testing dan isolasi.

Baca juga: Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Pulau Mulai Dilakukan

“Perlu evaluasi pelaksanaan pengendalian selama ini, khususnya upaya penemuan kasus melalui test, trace dan isolasi yang selama ini dilakukan, dan segera dilakukan perbaikan untuk memutuskan rantai penularan. Termasuk pengawasan terhadap kasus dengan isolasi mandiri. Peningkatan kasus baru setiap minggunya akan berakibat pada meningkatkan hunian di RS karena Covid," ujarnya.

Dia juga meminta agar swab massal di Puskesmas kembali diintensifkan. “Jadi menyiapkan semua Puskesmas untuk bisa melakukan swab massal kembali dan menginformasikan ke masyarakat untuk segera ke Puskesmas jika ada gejala atau pernah kontak dengan orang yang diketahui positif Covid-19," tuturnya.



Lebih jauh beberapa kasus juga memerlukan penanganan khusus, seperti kasus Apartemen Sudirman. Menurutnya pemkot perlu mengivestigasi kasus tersebut. “Apakah pekerja ini tertular di daerahnya baru datang ke Makassar. Atau mereka tertular di Makassar ada super spreader. Jadi perlu dicek kapan tibanya mereka di Makassar," tuturnya.

Baca juga: Disdik Makassar Pastikan Sekolah Tatap Muka Digelar Juli

Hal ini dilakukan agar penjejakan mudah dilakulan ke depannya. Utamanya antisipasi adanya kasus baru virus Covid-19 Delta.



(luq)

halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!