alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Air Hampir Masuki Ambang Batas Normal, Kondisi Bili-bili Masih Aman

Herni Amir
Air Hampir Masuki Ambang Batas Normal, Kondisi Bili-bili Masih Aman
Ketinggian air di Bendungan Bili-Bili, Kabupaten Gowa terus beranjak naik hampir memasuki ambang batas normal 99.50 mdpl. Hingga saat ini, Sabtu (22/2/2020) pukul 10.00 Wita, ketinggian air tersebut mencapai 95,80 mdpl. Foto : SINDOnews/Herni Amir

SUNGGUMINASA - Ketinggian air di Bendungan Bili-Bili, Kabupaten Gowa terus beranjak naik hampir memasuki ambang batas normal +99.50 mdpl. Hingga saat ini, Sabtu (22/2/2020) pukul 10.00 Wita, ketinggian air tersebut mencapai 95,80 mdpl.

"Dengan kondisi sekarang ini belum berpengaruh dan kondisi aman. Inilah secara update dan real time mereka menyampaikan data ini kepada BPBD maupun teman-teman di group kebencanaan terkait posisi ketinggian air Bendungan Bili-Bili," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa, Iksan Parawansa kepada SINDOnews.

Menurut Iksan, bendungan Bili-bili memiliki Early Warning Sistem untuk peringatan dini. Petugas bendungan juga, lanjut Dia akan selalu menyampaikan kondisi Bendungan Bili-Bili jika ketinggian air sudah memasuki level waspada atau ke level selanjutnya.



"Jika kondisi air dalam level waspada kemudian masuk ke siaga mereka akan laporkan ke Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, kemudian menelpon Bupati, Gubernur bahwa ini akan segera dibuka dan itu butuh respon yang cepat sekitar tiga jam," jelasnya.

Sementara berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Ikhsan Parawansa menyebutkan hujan masih akan turun hingga Maret mendatang. Namun Ia berharap cuaca tidak seekstrem tahun 2019 lalu.

"Kami berharap kondisi cuaca tidak seekstrim tahun tahun kemarin, mudah-mudahan. Ini yang sangat kami khawatirkan yang ada di hulu sana seperti dataran tinggi karena ini sangat rawan sekali terjadinya longsor," harapnya.

Sebagai antisipasi penanganan becana banjir akibat luapan Bendungan Bili-Bili, Kamis (20/2) kemarin pihaknya bersama PLN PLTA Bili-Bili juga melakukan simulasi evakuasi bencana. Simulasi menggunakan skenario sudah dalam posisi Bendungan Bili-Bili siaga dan awas.

"Ini kami lakukan karena posisi PLTA Bili-Bili sangat dekat dengan bendungan. itu satu kompleks mereka mencoba mengadakan itu karena ini akan siapkan ada sistem. Mereka juga butuh semacam rencana tindak lanjut di dalam kegiatan di kantornya jika ada kejadianya mereka berbuat apa. Itu kami melakukan simulasi dalam rangka mengurangi resiko jika betul terjadi itu," jelasnya.

Tak hanya itu, saat ini pihaknyà juga masih mengoperasikan posko siaga bencana yang dibangun di tiga titik. Posko Kabupaten berada di Kantor BPBD Kabupaten Gowa dan dua posko lainnya ada di Kecamatan Tinggimoncong dan Bungaya.

"Tapi kenyataanya saya lihat di lapangan hampir semua kecamatan membuat posko bahkan termasuk desa. Ini agar cepat dalam bertinda membantu masyarakat kalau ada kejadian dan sebagainya segera dilaporkan ke Posko Kabupaten," pungkasnya.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook