alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kasus Aneh, Korupsi DAK Bulukumba Naik Penyidikan Tanpa Tersangka

Muhammad Chaidir
Kasus Aneh, Korupsi DAK Bulukumba Naik Penyidikan Tanpa Tersangka
Penyidikan dugaan suap proyek dari dana alokasi khusus (DAK) Bulukumba yang sebelumnya heboh lantaran telah memeriksa sejumlah pejabat termasuk Bupati Bulukumba, hingga kini belum juga memunculkan tersangka. Foto : Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Penyidikan dugaan suap proyek dari dana alokasi khusus (DAK) Bulukumba yang sebelumnya heboh lantaran telah memeriksa sejumlah pejabat termasuk Bupati Bulukumba, hingga kini belum juga memunculkan tersangka.

Kasi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Idil mengaku perkara tersebut masih diproses di tingkat penyidikan meski belum menetapkan seorang pun tersangka.

"Perkara tersebut saat ini masih membutuhkan keterangan sejumlah saksi. Pengakuan penyidik, masih akan memeriksa sejumlah saksi lagi," tukasnya kepada SINDOnews.



Sementara itu aktivis anti korupsi, Angga Reksa menilai penanganan perkara tersebut memang cukup aneh. Lantaran statusnya sudah naik penyidikan namun tanpa ada tersangka.

Angga menilai tahap Penyidikan seharusnya dua alat bukti sudah dikantongi, terlebih pemeriksaan juga sebelumnya sudah dilalukan. "Yang kita khawatirkan jangan sampai perkara ini ditangani diam-diam dan tidak disampaikan kepada publik," ujarnya.

Kendati begitu Angga berharap Jaksa bisa profesional dalam menangani perkara ini, terlebih diduga kuat ada keterlibatan orang besar dalam perkara ini. "Kita harap penyidik dan Jaksa Kejati Sulsel bisa profesional. Menaikkan ke tahap penyidikan namun tanpa tersangka adalah hal yang aneh, padahal syarat penetapan tersangka adalah minimal dua alat bukti dan kita yakin itu sudah dimiliki oleh penyidik, makanya kita harap masyarakat juga memantau perkara ini," ujarnya.

Diketahui perkara ini memang bermula dari ciutan seorang oknum PNS dari Dinas Pendidikan Bulukumba yang menuding adanya penyuapan untuk mendapatkan proyek irigasi yang bersumber dari dana DAK 2017 senilai Rp49 miliar.

PPM kemudian menindaklanjuti dan melaporkan hal ini berikut menyerahkan hasil investigasinya ke Kejaksaan Tinggi dan Tim Penyidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulsel diketahui telah memeriksa sejumlah saksi-saksi yang terkait.

Saksi-saksi tersebut yakni saksi pelapor Andi Ichwan, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) Kabupaten Bulukumba A Zulkifli Indra Jaya, Sekretaris Daerah (Setda) Bulukumba, Andi Bau Amal, dan Rosmawaty Zasil selaku Kepala Sub Bagian Persuratan dan Tata Usaha pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bulukumba serta Bupati Bulukumba, A.M Sukri Sappewali.

Namun sejak dinaikkan tahapannya hingga ke penyidikan pada Juni 2019 lalu. Kasus ini hingga Februari 2020 ini tak ada kejelasan.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook