alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kejati Sulsel Dalami Dugaan Penyelewengan Retribusi Pasar Butung

Muhammad Chaidir
Kejati Sulsel Dalami Dugaan Penyelewengan Retribusi Pasar Butung
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Firdaus Dewilmar mengaku pihaknya sedang mendalami dugaan penyelewengan retribusi pengelolaan Pasar Butung. Foto/SINDOnews/Muh Chaidir

MAKASSAR - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel sedang mendalami dugaan penyelewengan retribusi pengelolaan Pasar Butung, Kota Makassar. Ditaksir akumulasi tunggakan retribusi pasar ini mencapai Rp2,6 miliar.

Berdasarkan perjanjian kerja sama antara PT H Latunrung L & K dengan PD Pasar Makassar Raya, pihak pengelola diwajibkan menyetor Rp27.750.000 per bulan. Perjanjian ini berlaku sejak 16 Maret 2012, namun tidak direalisasikan.

Kepala Kejati (Kajati) Sulsel, Firdaus Dewilmar, membenarkan bawah tim kejaksaan sedang melakukan pendalaman atas dugaan tersebut. Ada dua poin yang didalami yakni dualisme pengelolaan dan setoran PAD yang belum terbayarkan.



"Semua aspek kita telusuri. Salah satunya PAD yang tidak masuk," kata Firdaus kepada SINDOnews.

Dia menyampaikan salah satu poin yang menjadi atensinya adalah penyelamatan aset daerah dan potensi PAD. Hal ini penting karena kebocoran pendapatan daerah akan berimbas pada pembangunan.

Sementara itu KSU Bina Duta versi Andre Yusuf memang diketahui telah menghadiri pemanggilan yang dilayangkan Kejati Sulsel. Diketahui, KSU ini adalah pengelola Pasar Butung, yang dikuasakan oleh PT H Latunrung.

Pantauan SINDOnews, Selasa (25/2/2020) kemarin, ada dua orang yang diduga kuat merupakan perwakilan KSU Bina Duta versi Andre Yusuf terlihat keluar dari ruang bidang Intelejen Kejati Sulsel.

Kendati begitu Muriyadi Mukhtar selaku kuasa hukum KSU Bina Duta versi Andre Yusuf, saat dikonfirmasi terkait kedatangan dua perwakilannya itu mengaku tak mengetahui hal tersebut.

Dia berdalih informasi tersebut belum sampai kepadanya. "Tidak tau juga dinda nanti saya tanyakan," ungkapnya melalui pesan singkat.

Direktur PD Pasar Makassar Raya, Basdir, yang coba dikonfirmasi perihal persoalan ini mengaku belum mengetahui hal tersebut. Toh, dia masih baru menjabat. Meski begitu, Basdir mengaku akan mencari tahu ihwal persoalan yang terkait PD Pasar.

"Saya belum tahu informasi ini. Nanti saya cari tahu informasi, karena saya masih baru," ucapnya.

Basdir mengimbuhkan saat ini dirinya masih akan mempelajari semua perjanjian pengelolaan pasar yang ditangani PD Pasar Makassar Raya.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook