alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Terjerat Kasus TPPU, Eks Sekretaris KPU Makassar Kembali Akan Disidang

Muhammad Chaidir
Terjerat Kasus TPPU, Eks Sekretaris KPU Makassar Kembali Akan Disidang
Eks Sekretaris KPU Makassar Sabri akan kembali disidang dalam kasus TPPU setelah sebelumnya divonis bersalah dalam kasus korupsi dana hibah Pilwalkot Makassar. Foto/Ilustrasi

MAKASSAR - Setelah divonis bersalah dalam kasus korupsi dana hibah Pilwalkot Makassar, Sabri yang merupakan mantan Sekretaris KPU Makassar kembali akan diseret ke meja hijau. Kali ini terkait dugaan tindak pidana pencucian uang alias TPPU atas dana hibah pesta demokrasi pada tahun 2018 lalu.

Kepala Seksi Penerangan Hukum, Kejaksaan Tinggi Sulsel, Idil, menyebut berkas perkara dan barang bukti terkait kasus terbaru yang menjerat Sabri itu sudah dilimpahkan polisi ke kejaksaan. Sementara tersangka perkara ini yakni Muhammad Sabri dianggap telah dilimpah.

Hal itu kata Idil dikarenakan Sabri memang telah ditahan di Lapas Kelas I Makassar, sehingga dianggap telah dilimpah. "Tersangkanya sudah ditahan di Lapas Kelas I Makassar setelah divonis dalam perkara korupsi, jadi dianggap telah dilimpah juga," ujarnya.



Kendati begitu saat ditanyai terkait barang bukti hasil pencucian uang yang diserahkan, Idil mengaku tak tahu. Sebab kata dia, barang bukti diserahkan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar. "Barang buktinya saya tidak tahu, tadi datanya belum saya terima, tapi nanti saya akan tanyakan, karena memang barbuknya diserahkan ke JPU Kejari Makassar, mungkin sudah diserahkan ke Rubasan," kata dia.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Agustinus Berlianto, saat dikonfirmasi terkait barang bukti hasil pencucian uang yang dilimpahkan memilih irit bicara. Melalui pesan singkat WhatsApp, dia hanya mengatakan barang bukti yang dilimpahkan sama dengan barang bukti yang lalu.

"Barang buktinya sama dengan yang lalu," singkatnya dan tak menggubris lagi pertanyaan yang dilayangkan SINDOnews.

Kendati begitu, sebelumnya pada Juli 2019 lalu, Kasubdit III Tipikor Kompol Yudha Wiradjati, sempat mengaku adanya tiga unit mobil yang diduga merupakan hasil pencucian uang Muhammad Sabri. "Asetnya sudah ditangani, nanti kita ke tindak pidana pencucian uangnya. Mobil ada tiga unit semuanya atas nama Sabri," terangnya pada 10 Juli 2019.

Perlu diketahui kasus ini bermula ketika dalam pelaksanaan ditemukan rencana anggaran biaya Pilwalkot Makassar 2018 yang tidak direalisasikan dan pungutan pajak yang tidak disetorkan ke kas negara atau daerah. Antara lain pengadaan barang jasa yang belum dibayarkan kepada penyedia jasa, pembayaran honor PPK dan PPS yang belum terbayarkan, serta pajak yang telah dipungut mulai bulan November sampai Oktober 2018 yang belum disetorkan ke kas negara.

Kemudian oleh BPKP Perwakilan Provinsi Sulsel ditemukan adanya kerugian negara dari penyalahgunaan dana hibah Kota Makassar pada KPU yang bersumber dari APBD Kota Makassar tahun anggaran 2017 dan tahun anggaran 2018 sebesar Rp60 miliar.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook