alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gelar Rakerda, Ini Yang Akan Dibenahi BKKBN Sulsel

Ashari Prawira Negara
Gelar Rakerda, Ini Yang Akan Dibenahi BKKBN Sulsel
Suasana pembukaan Rakerda BKKBN Sulsel yang dihadiri Sekda Sulsel dan Direktur Bina Kesetaraan KB Jalur Swasta Kedeputian KBKR BKKBN. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Sulsel, menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Banggakencana) di Hotel Claro Jalan A Pettarani (26/2/2020).

Rapat dihadiri sejumlah OPD Provinsi dan Kabupaten, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Sulsel yang mewakili Gubernur Sulsel, serta Perwakilan BKKBN Pusat Direktur Bina Kesetaraan KB Jalur Swasta Kedeputian KBKR BKKBN Widwiono.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Andi Ritamariani menuturkan, bahwa kehadirannya sebagai Kepala Perwakilan di Sulsel menjadi tantangan karena dirinya yang sebelumnya diketahui bertugas di Sulbar memiliki perbedaan secara geografis dan demografis.



Sulsel menurutnya, memiliki begitu banyak kabupaten/kota hingga empat kali lipat dari sulbar sehingga memerlukan usaha lebih dalam mengaplikasikan setiap program. Meski demikian dirinya bertekad untuk menjawab tantangan tersebut.

"Kabupaten lebih banyak dari yang sebelumnya (Sulbar) tetapi kita tetap mejawab tantangan ini dengan cerdas dan kolaborasi dukungan kita semua," ujarnya.

Selain itu adapula analisa permasalahan-permasalahan dari tahun sebelumnya, dimana semua hal itu akan menjadi acuan untuk diperbaiki di tahun ini.

"Jadi ini sebagai penguatan komitmen, tentu dari hasil capaian kita di tahun 2019 kemudian tahun 2020 itu seperti apa," tutur Ritamariani.

Diperlukan diskusi secara mendalam terkait hal itu dan diakuinya memang ada permasalahan dimana ada kabupaten yang tidak memenuhi target program Banggakencana yang ditetapkan.

Sehingga dirinya akan memetakan hal itu yang kemudian akan dibandingkan dengan struktur dari BKKBN saat ini.

"Itu akan kita lakukan, seperti apa capaian yang akan diperoleh dengan struktur yang ada saat ini," katanya.

24 kabupaten kota di Sulsel akan ditelisik lebih jauh untuk mencari capaian yang rendah dari semua aspek program yang dicanangkan BKKBN.

Pada tahun sebelumnya terdapat beberap program dari Banggakencana yang tidak memenuhi target yaitu Angka Kelahiran umur 15-49 tahun baru mencapai 2,44 per-WUS dari target yang diharapkan 2,28, tingkat putus pakai kontrasepsi yang baru mencapai 29% dari target yang diharapkan yaitu 24,6%, kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi 12,1% dari target 9,91%, indikator pemakaian kontrasepsi modern 54,95% dan target 23,3% untuk penggunaan MKJP capaian melebih target melebih 24,6% dari target 23,55%.

Selain itu program KB yang sudah terbentuk sebanyak 614 tetapi progresnya masih ada sebagian yang belum menunjukkan hasil yang menggembirakan sesuai dengan harapan kampung KB . Semuanya menjadi PR yang akan diselesaikan oleh BKKBN tahun ini.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook