TOPIK TERPOPULER

Aktivitas Usaha di Makassar Dibatasi, UPTD Losari Minta Keringanan

Ashari Prawira Negara
Aktivitas Usaha di Makassar Dibatasi, UPTD Losari Minta Keringanan
Suasana di Anjungan Losari, Kota Makassar beberapa waktu lalu. Foto: SINDOnews/Muchtamir Zaide

MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengeluarkan surat edaran (SE) pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Dengan SE ini, jam operasional aktivitas usaha hanya bisa dilakukan hingga pukul 17.00 Wita.

Keputusan ini lalu direspons sejumlah pihak, salah satunya Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Losari, Akbar. Ia menyampaikan, kebijakan ini memberi dampak signifikan ke omzet pedagang pisang epe di Losari.

Baca juga: Aktivitas Usaha di Makassar Dibatasi Hingga Pukul 17.00 WITA

Akbar bilang, aktivitas para pedagang di tempatnya baru dimulai pada pukul 17.00. Sebab, pengunjung biasanya baru ramai menjelang malam.

"Kalau saya, jika harus diterapkan seperti ini jauh lebih baik Losari ditutup saja secara total, seperti waktu PSBB beberapa bulan lalu. Karena tidak efektif aktivitas di sana kalau sampai jam 5," ujarnya.
Aktivitas Usaha di Makassar Dibatasi, UPTD Losari Minta Keringanan
Akbar mengharapkan ada keringanan khusus yang dari Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto terhadap para pedagang.



"Saya kira ada beberapa hal yang luput dari pertimbangan itu (SE). Ini sementara kita komunikasikan itu. Kita mau minta petunjuk pimpinan terkait itu, apakah ditutup atau bagaimana karena tidak efektif juga," tukasnya.

Baca juga: PPKM Mikro, Salat Iduladha Bakal Digelar di Ruang Terbuka

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengaku keputusan yang dibuatnya telah sesuai dengan regulasi. Di mana Makassar yang merupakan zona oranye diharuskan mengikuti prosedur PPKM mikro.

"Khusus Makassar, kita kena hukum zonanya (oranye). Ini instruksi Mendagri No 17 Tahun 2021. Itu mengatakan bahwa untuk kabupaten zona oranye, dan merah, nah kita kena di sini," ujar Danny.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!