alexametrics
TOPIK TERPOPULER

Pemkab Gowa Kembali Salurkan 18.271 Paket Sembako

Herni Amir
Pemkab Gowa Kembali Salurkan 18.271 Paket Sembako
Setelah PSBB, Pemkab Gowa kembali salurkan 18.271 paket sembako. Foto: SINDOnews/Herni Amir

SUNGGUMINASA - Setelah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kebutuhan pangan melalui jaringan pengaman sosial tetap disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa.

Hal ini dalam rangka menjamin kebutuhan pangan masyarakat, khususnya yang terdampak virus corona atau COVID-19.

Kepala Dinas Sosial Gowa, Syamsuddin Bidol mengatakan, ada 18.721 paket sembako yang disalurkan ke masyarakat yang terdampak COVID-19, di mana titik penyalurannya di beberapa wilayah yang menjadi hasil dari laporan pada layanan call center.



"Selain ke masyarakat terdampak, penyaluran sembako juga di tuntaskan berdasarkan data aduan yang masuk di call center pada saat PSBB," katanya, Rabu (27/5/2020).

Ia menegaskan, penanganan COVID-19 telah menjadi komitmen bersama dari Pemkab Gowa. Bahkan telah menjadi instruksi Bupati Gowa, bahwa meski penerapan PSBB dalam hal teknis tidak lagi diberlakukan, tetapi penanganan penyebaran COVID-19 terus akan dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam protokol kesehatan. Mulai dari menjaga jarak, menjaga kebersihan lingkungan hingga pemenuhan pangan bagi masyarakat.

"Ini telah menjadi komitmen Pemkab Gowa. Makanya meski tidak lagi diberlakukan PSBB, kami tetap akan melakukan penyaluran paket sembako," tegasnya.

Baca juga: Warga Batang Positif Covrona Bertambah 4, Dari Klaster Ijtima Gowa

Tak hanya itu, penyaluran paket sembako ini juga akan diperuntukkan untuk masyarakat yang terkategori orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) maupun positif COVID-19.

Dalam kesempatan itu, dia menambahkan jika penyaluran bantuan sosial selama penerapan PSBB di Kabupaten Gowa mulai 4 hingga 17 Mei 2020 kemarin melebihi dari target yang sebelumnya ditetapkan.

Hal ini dengan merujuk pada data Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Gowa, di mana target awal bantuan akan diberikan kepada 98.786 kepala keluarga (KK), di mana yang terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) sebanyak 77.675 RT, dan 21.111 KK dari data terdampak COVID-19 yang tidak masuk dalam DTKS.

Hanya saja, selama berjalannya penyaluran dan dibukanya layanan call center pengaduan untuk mencakup masyarakat yang layak menerima bantuan tetapi belum terdaftar data penerima, naik hingga 135.494 KK.

"Ada tambahan 36.708 KK yang merupakan masyarakat wajib penerima bantuan, apalagi saat dilaksanakannya PSBB," jelasnya.

Ia menyebutkan, bantuan yang disalurkan pun mulai dari bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Gowa. Antara lain, program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan non tunai (BPNT), bantuan sosial tunai (BST), bantuan langsung tunai (BLT) melalui anggaran desa dan kelurahan, kemudian paket sembako COVID-19.

"Bantuan ini kita salurkan sebelum dan selama penerapan PSBB berlangsung. Ini telah menjadi instruksi Bapak Bupati Gowa agar kebutuhan masyarakat terpenuhi selama berada di rumah," terangnya.

Menurutnya, bantuan sosial terutama paket sembako merupakan jaringan pengaman sosial yang diprioritaskan Pemkab Gowa selama penerapan PSBB. Hal ini karena menjadi dasar atau kebutuhan pokok masyarakat saat melakukan aktivitas dari rumah, terlebih lagi bagi mereka yang terkena dampak penyebaran pandemi COVID-19.



(luq)

preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak