alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Disdik Tunggu Juknis Pusat Soal Pengganti Ujian Nasional

Syachrul Arsyad
Disdik Tunggu Juknis Pusat Soal Pengganti Ujian Nasional
Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Pemerintah Pusat pasca pembatalan ujian nasional (UNBK) di semua jenjang sekolah. Foto : SINDOnews/Doc

MAKASSAR - Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Pemerintah Pusat pasca pembatalan ujian nasional (UNBK) di semua jenjang sekolah.

Menurut pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Sulsel, Basri, pihaknya telah berkoordinasi melalui posko ujian nasional pusat, berharap kejelasan langkah yang diambil tiap daerah atas kebijakan selanjutnya.

Dia mengemukakan, Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah mengkaji opsi pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) sebagai penganti UN.



Ada dua alternatif yang ditawarkan yang sampai saat ini masih digodok untuk menentukan metode kelulusan siswa di sekolah.
"Opsi pertama, kita harus melakukan USBN yang dilakukan sekolah masing-masing. Cuma kan ada kendalanya. Diusulkan diganti menjadi konsep daring (online), cuma kan kesulitan karena ada beberapa sekolah terkendala fasilitas," imbuhnya.

Alternatif kedua, lanjut Basri, dengan mempertimbangkan nilai kumulatif siswa selama belajar di sekolah. Semisal, tingkat SMA dan SMP maka kelulusan siswa akan ditentukan melalui nilai kumulatif mereka selama tiga tahun belajar.

"Ini sementara dikaji di Pusat yang mana akan diterima. Saya sarankan agar kementerian segera membuat suatu keputusan. Karena keputusan ini sangat berdampak pada daerah. Karena pusatlah yang bisa menentukan itu karena domainnya memang," papar dia.

Kata Basri, opsi itu bukan hanya untuk menentukan metode kelulusan siswa. Diharapkan juga melalui alternatif itu, ijazah siswa bisa seragam, pasca UN tidak lagi jadi penentu kelulusan.

Apalagi ijazah masih dipakai untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. "Kan harus ada ijazahnya baik SMA maupun SMP. SMP ini sangat dibutihkan untuk mendaftar di SMA melalui jalur PPDB. Itu juga dimasalahkan. Khusus SMA juga dibutuhkan ijazah itu lanjut ke perguruan tinggi. Inikan kalau ijazah tidak seragam, bisa bahaya buat anak-anak kita kalau daftar," ucap Basri.

Sebelumnya, Disdik Sulsel telah menyelenggarakan UNBK tingkat SMK pada 16-19 Maret lalu. Rencananya akan diikuti dengan UNBK tingkat SMA pada 30 Maret-2 April 2020.

Khusus UNBK SMK, kata Basri, belum ada keputusan apakah pelaksanaan sebelumnyanya itu dianulir. "Itu juga salah satunya karena UNBK SMK sudah dilakukan. Inikan kasus bukan hanya di Sulsel, tapi seluruh Indonesia. Nah, perlu diingat ada juga siswa yang belum ikut UNBK yang kita rencanakan ikut ujian susulan. Nah, bagaimana ini, kita masih sementara menunggu dari pusat," jelasnya.

Sebelumnya Disdik Sulsel telah mengeluarkan surat edaran Nomor 004532/23-sekret. 1/disdik, perihal pembatalan UN SMA/MA Sederajat dan SMP/MTS sederajat Tahun Ajaran 2019/2020.

Hal ini sebagai tindak lanjut edaran Mendikbud Nomor 4/2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Salah satu poin dalam edaran Mendikbud pasca pembatalan UN ini menyatakan, keikutsertaan UN tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk jenjang pendidikan lebih tinggi.

Sementara proses penyetaraan bagi lulusan program Paket A, Paket B, dan Paket C akan ditentukan kemudian.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdik Sulsel, Sabri menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu kebijakan lebih detail pasca pembatalan UN ini. "Kita masih menunggu perubahan petunjuk teknis dari pusat terkait dengan UN. Karena UN ini ditetapkan ditiadakan tahun ini," tandas Sabri.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook