alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Jaksa se-Sulsel Tetap Berkantor, Tetapi Apel Ditiadakan

Muhammad Chaidir
Jaksa se-Sulsel Tetap Berkantor, Tetapi Apel Ditiadakan
Pemberlakuan kerja dari rumah guna mengantisipasi penyebaran virus korona tidak diberlakukan sepenuhnya oleh jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kejaksaan Negeri (kejari) di Sulsel. Foto : SINDOnews/Doc

MAKASSAR - Pemberlakuan kerja dari rumah guna mengantisipasi penyebaran virus korona tidak diberlakukan sepenuhnya oleh jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) di Sulsel.

Surat edaran Kejaksaan Agung RI Nomor 2/2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Korona Virus disease di Lingkungan Kejaksaan, ternyata tetap meminta sejumlah pegawai untuk tetap berkantor.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Idil mengatakan sesuai dengan surat edaran tersebut, sejumlah pegawai utamanya eselon II, III, IV dan V tetap diminta berkantor guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. "Hanya saja bagi pegawai yang merasa kondisi kesehatannya buruk tentu diminta tetap dirumah saja dan tidak perlu berkantor," ungkapnya.



Meski tetap berkantor, kata Idil sejumlah kegiatan yang berpotensi terjadi penyebaran virus seperti apel kantor dan penyuluhan hukum sudah diminta untuk tidak dilakukan, lantaran kegiatan tersebut membuat massa berkumpul. "Yang sifatnya kumpul massa bahkan kegiatan tidak aman lainnya seperti finger print juga sudah tidak dilakukan sementara waktu sampai masa corona ini berlalu," ujarnya.

Lebih lanjut menurutnya ditengah kebijakan berkantor kata Idil, Wakil Kajati Sulsel juga beberapa waktu belakangan juga mengimbau kepada para pegawai agar menyempatkan berjemur dan cuci tangan pada air yang mengalir.

Atau setidak-tidaknya menggunakan pelindung tangan dan masker untuk berhati-hati. “Pada intinya kita semua harus memulai dari diri sendiri, selebihnya agar para pegawai juga aman di kantor, penyemprotan disinfektan juga akan dilakukan secara berkala," terangnya.

Idil tak menampik, dampak dari corona virus ini cukup mengganggu sistem hukum, banyak jaksa yang seharusnya bersidang namun terpaksa harus dibatalkan. "Kan tidak ada yang bisa jamin, apalagi diruang sidang juga kadang kala banyak pengunjung, makanya pimpinan sudah mengimbau setiap orang harus memperhatikan dan waspada, ikuti himbauan pemerintah dengan menjaga jarak, gunakan masker, sering cuci tangan atau paling tidak gunakan hand sanitizer atau sarung tangan biar aman," pungkasnya.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook