alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Eks Rektor Unhas Terinfeksi saat Berjuang Tangani Pandemi Corona

Koran Sindo
Eks Rektor Unhas Terinfeksi saat Berjuang Tangani Pandemi Corona
Mantan Rektor Unhas Prof Idrus Paturusi dilaporkan terinfeksi virus corona. Foto/Facebook Idrus Paturusi

MAKASSAR - Civitas akademika Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dikejutkan dengan kabar ihwal mantan rektornya, Prof Idrus Paturusi, yang positif terjangkit virus corona alias covid-19. Prof Idrus yang kini menjalani masa isolasi terinfeksi virus ganas itu saat tengah berjuang menangani pandemi covid-19.

Kasubdit Humas dan Informasi Publik Direktorat Komunikasi Unhas, Ishaq Rahman, membenarkan Prof Idrus Paturusi positif covid-19. Kabar ini dikonfirmasi kebenarannya melalui anak dari Guru Besar Unhas itu. “Iye, confirm (positif covid-19). Info dari anak beliau,” ucap Ishaq kepada SINDOnews.

Kabar tersebut membuat kaget seluruh civitas akademik Unhas dan masyarakat Sulsel pada umumnya. Berbagai ucapan doa untuk kesembuhan dan keselamatan Prof Idrus disampaikan para dosen, pegawai, hingga mahasiswa di grup WhatsApp dan media sosial lainnya.



Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, mengatakan semangat yang ditunjukkan Prof Idrus sangat luar biasa. Prof Idrus dikenal aktif dalam merespon setiap peristiwa kemanusiaan, termasuk membantu menangani pandemi covid-19, khususnya di Sulsel.

“Beliau merupakan motor penggerak Tim Satgas Covid-19 Unhas, yang intensif melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar RSPTN Unhas bisa turut serta dalam pemeriksaan virus,” kata Prof Dwia.

Sebelum positif, Prof Idrus aktif menggalang dan mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam gerakan mengatasi pandemi Covid-19, termasuk dengan Kodam XIV Hasanuddin, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, tokoh-tokoh masyarakat, dan pihak swasta.

“Kemarin beliau masih kontak saya, menyampaikan bahwa beliau saja mengecek kesiapan Lab BSL-3 Rumah Sakit Unhas yang dipersiapkan untuk mendeteksi virus. Beliau menyampaikan apa-apa saja yang masih kurang di lab tersebut,” kata Prof Dwia.

Semangat yang ditunjukkan oleh Prof Idrus dalam masalah kemanusiaan bukan kali ini saja. Ketika bencana tsunami menerjang Aceh pada tahun 2004, Prof Idrus adalah relawan pertama yang datang ke lokasi yang porak poranda. Begitu juga setiap peristiwa kemanusiaan lainnya seperti gempa Lombok.

Menurut Prof Dwia, sikap Prof Idrus yang secara terbuka mengumumkan bahwa dirinya positif virus Covid-19 dilandasi oleh kesadaran beliau bagaimana seharusnya wabah ini diatasi.

“Itu karena sensitifitas beliau yang tanggap bencana. Kita sangat hargai sekali. Prof Idrus ingin agar orang-orang yang pernah berinteraksi dengan dirinya dalam beberapa hari terakhir ini segera mawas diri, melakukan isolasi mandiri, atau memeriksakan diri jika mengalami gejala klinis,” ucapnya.

Prof Dwia menegaskan apa yang terjadi dengan Prof Idrus merupakan peringatan bagi siapa saja, bahwa semua berpotensi untuk terpapar Covid-19. “Mari kita bersama-sama mendoakan kesehatan dan kesembuhan beliau,” tutupnya.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook