alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Inspektorat Wajo Periksa Dugaan Mark-Up Jalan Tani Lebukeng

M Reza Pahlevi
Inspektorat Wajo Periksa Dugaan Mark-Up Jalan Tani Lebukeng
Inspektorat Wajo akan memeriksa dugaan mark-up jalan Tani Lebukeng di Wajo. Foto: Ilustrasi

WAJO - Inspektorat Kabupaten Wajo mulai memeriksa dugaan mark-up di Jalan Tani Lebukeng, Desa Mallusesalo, Kecamatan Sabangparu.

Inspektur Pembantu Wilayah IV Inspektorat Kabupaten Wajo, Dwi Apriyanto mengatakan, pemeriksaan dugaan mark up jalan tani Lebukeng sudah dilakukan sejak pekan lalu. Pemeriksaan tersebut di jadwalkan akan berlangsung selama tujuh hari kerja.

Merunut dari jadwal yang ada, kata dia, pemeriksaan dugaan mark up jalan tani Lebukeng ditargetkan rampung pada Senin 30 Maret 2020. Namun dengan adanya wabah Covid 19 atau virus corona, ditambah dengan adanya himbaun Bupati agar mengurangi aktivitas di luar rumah, maka kemungkinan besar target rampungnya hasil pemeriksaan mengalami penundaan



"Pemeriksaan sudah dimulai sejak Jumat 20 Maret 2020. Sebelumnya kami targetkan tujuh hari kerja sudah bisa selesai pemeriksaanya, namun karena ada wabah virus Corona, kemungkinan besar akan tertunda dari jadwal yang telah ditentukan," ujarnya kepada Sindonews, Kamis, (26/03/2020).

Lebih jauh Dwi menjelaskan, jika proses pemeriksaan nanti telah selesai dilakukan, dalam waktu tiga hari kerja, Inspektorat Kabupaten Wajo akan segera menerbitkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).

Dalam LHP nantinya dapat diketahui ada tidaknya kerugian negara yang ditimbulkan dalam pengerjaan proyek pemeliharaan jalan tani Lebukeng.

"Setelah pemeriksaan selesai, kami hanya butuh tiga hari kerja untuk menerbitkan LHP, disitulah nanti terungkap,ada atau tidaknya dugaan Mark up," jelasnya.

Sebelumnya, Inspektur Inspektorat Kabupaten Wajo, M Arif berjanji tidak akan bermain-main dalam pemeriksaan indikasi mark-up proyek pemeliharaan jalan tani Lebukeng. Ia telah menekankan kepada seluruh tim auditor untuk mengungkap fakta sesuai mekanisme.

"Kami akan bekerja secara profesional dalam mengungkap fakta, jika terbukti pastinya kami merekomendasikan pengembalian kerugian negara," pungkasnya.



(agn)

Berita Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook