alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kasus Positif Corona Bertambah Signifikan, Sulsel Jadi Atensi

iNews.id
Kasus Positif Corona Bertambah Signifikan, Sulsel Jadi Atensi
Kasus positif corona di Sulsel meningkat signifikan dan patut menjadi atensi. Foto/SINDOnews/Ilustrasi

JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia kembali mencatat adanya kenaikan penanganan virus corona alias covid-19. Hingga Kamis (26/3/2020) pukul 12.00 WIB, terjadi penambahan 103 kasus, dimana sekarang sudah 893 orang dinyatakan positif terinfeksi corona.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menyampaikan dari jumlah pasien positif, sebaran atau pasien terbanyak tetap di DKI Jakarta. Kendati demikian jika melihat data, terjadi penambahan signifikan di Sulsel yang bertambah 14 kasus menjadi 27 orang.

Yuri-sapaan akrabnya, menyebut daerah yang angka pertambahan kasusnya cukup besar tentu patut menjadi atensi. "Ini harus menjadi atensi dalam konteks untuk pencegahan dan pengendalian penyebaran penyakit ini," ujar dia.



Yuri menjelaskan total 893 kasus positif corona merupakan akumulasi sejak hari pertama ketika pasien positif diumumkan. Selain kasus positif, terjadi penambahan jumlah pasien meninggal dunia. "Terjadi penambahan 20 kasus sehingga total sampai hari ini menjadi 78 orang," urainya.

Selain itu, terdapat penambahan pasien positif yang dinyatakan sembuh. Sampai hari ini pasien sembuh bertambah menjadi 35 orang atau bertambah 4 orang dari sebelumnya 31 orang pada Rabu kemarin.

Terapkan Physical Distancing
Pemerintah meminta masyarakat terus melakukan physical distancing untuk mencegah penyebaran covid-19 ini semakin luas. Bagi masyarakat yang memiliki gejalan terjangkit virus ini dalam skala ringan, diminta untuk melakukan isolasi diri atau self isolation.

Yuri mengingatkan droplet atau percikan dari batuk atau bersin bsa menyebar sampai 1,5 meter. Akan lebih baik jarak antarorang dibatasi sampai 1-5 meter atau 2 meter.

Di dalam konteks menjaga jarak inilah yang kemudian muncul dalam berbagai kebijakan yakni bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan ibadah di rumah. Masyarakat juga diminta untuk menghindari kerumunan.

"Permaslahannya, mau tidak kita saling mengingatkan dan mau diingatkan. Mari kita saling melindungi siapa pun yang ada di sekitar kita, utamanya keluarga kita. Inilah kunci yang bisa kita lakukan untuk melakukan pencegahan," tandasnya.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook