alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tiga Malam Berturut-turut Kelompok Pemuda di Bontoala Tawuran

Faisal Mustafa
Tiga Malam Berturut-turut Kelompok Pemuda di Bontoala Tawuran
Aparat kepolisian membubarkan tawuran antara kelompok pemuda di Bontoala, Kamis (26/3/2020). Foto: Istimewa

MAKASSAR - Tim Penindak Gangguan Kamtibmas (Penikam) Polrestabes Makassar membubarkan paksa dua kelompok pemuda di Jalan Tinumbu, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar yang terlibat tawuran, Kamis (26/3/2020) sekitar pukul 01.00 Wita.

Komandan Tim Penikam Polrestabes Makassar, Ipda Arief Muda mengatakan, kedua kelompok pemuda ini saling serang menggunakan batu, bahkan membawa senjata tajam, seperti parang dan anak panah.

"Saat kita melakukan patroli, tidak lama kita mendapatkan laporan dari masyarakat, ada aksi tawuran kelompok yang sudah meresahkan. Menindaklanjuti laporan itu, kami ke lokasi di Jalan Tinumbu dan membubarkan tawuran dengan gas air mata," kata Arif Muda kepada SINDOnews.



Dijelaskan Arif, keresahan masyarakat akan aksi saling serang ini telah terjadi sejak tiga hari terakhir. Namun Arif belum menjelaskan terkait motif tawuran dua kelompok pemuda.

"Dari informasi masyarakat katanya sudah tiga malam perang kelompok pemuda ini terjadi. Dugaannya motifnya masih kita cari tahu. Sementara kita lakukan upaya persuasif dulu," ucapnya.

Perwira polisi berpangkat satu balok ini menyayangkan aksi tawuran kelompok pemuda ini di tengah pandemi virus corona atau covid-19 di Kota Makassar. Menurut Arif, seharusnya masyarakat khususnya para pemuda bisa diam di rumah.

"Iya seharusnya mereka berada di rumah masing-masing. Seperti imbauan pemerintah. Tapi kami dari kepolisian tetap berikan imbauan kepada warga agar tetap di rumah saja untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini di Kota Makassar," ungkap Arif.

Arif menuturkan di lokasi kejadian pihaknya menemukan beberapa senjata tajam yang digunakan kelompok pemuda tawuran. Namun belum ada satu pelaku pun yang berhasil diamankan.

"Kami amankan tiga buah anak panah dan satu bilah parang. Untuk pelaku belum ada, sementara kita usut lagi. Wilayah itu memang jadi konsentrasi kita setiap patroli malam," tuturnya.

Hingga kini, Arif mengaku telah berkoordinasi dengan beberapa jajaran Satreskrim Polrestabes Makassar serta Polsek Bontoala, juga beberapa tokoh dan aparat pemerintah di lingkungan setempat guna memastikan kejadian serupa tidak terulang lagi.

"Tentu ini masyarakat yang dirugikan, orang mau istirahat jadi terganggu. Kalau kerusakan bekum sempat kami data kerugiannya, mudah-mudahan setelah diimbau sudah tidak lagi, kita juga kerja sama dengan pemerintah setempat, juga Polsek dan Satreskrim Polrestabes untuk mencegah kejadian ini terjadi lagi," pungkasnya.



(man)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook