alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ada Lonjakan Kasus Positif Covid-19 di Sulsel, Ini Penyebabnya

Syachrul Arsyad
Ada Lonjakan Kasus Positif Covid-19 di Sulsel, Ini Penyebabnya
Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali mengalami penambahan 14 kasus positif virus korona atau Covid-19. Foto : SINDOnews/Doc

MAKASSAR - Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali mengalami penambahan 14 kasus positif virus korona atau Covid-19. Per tanggal 26 Maret 2020, tercatat sudah ada total 27 pasien berstatus positif Covid-19 di Sulsel.

Peningkatan kasus positif covid-19 ini diketahui sangat signifikan dibanding sebelumnya. Kasus pertama positif Covid-19 diumumkan 19 Maret sebanyak dua orang, kemudian menyusul dua orang positif pada Selasa, 24 Maret. Selanjutnya, peningkatan yang cukup signifikan terjadi per tanggal 25 Maret dengan laporan 13 kasus baru positif Covid-19.

"Jadi saya ingin sampaikan bahwa salah satu penyebabnya, yang pertama adalah kemarin terlalu lambat hasil uji lab kita. Bahkan ada yang sudah meninggal, uji lab-nya baru datang. Ada yang udah sembuh, uji labnya baru datang (tetapkan) dia negatif," ucap Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah, kemarin.



Menurut Nurdin, lonjakan pasien positif saat ini buah dari beroperasinya laboratorium pemeriksaan uji covid-19 atau virus korona di Sulsel. Diantaranya, Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar, termasuk laboratorium Unhas yang ditempatkan di RSUP dr Wahidin Sudirohisodo.

"Sudah beberapa hari ini (beroperasi). Tiap hari 60 sampel kita bisa hasilkan. Bayangin saja penularan itu bisa merajalela kemana-mana karena kita tidak punya data. Sekarang kita sudah bersyukur kelihatan semua, dan kita sudah lakukan tracking contact. Kita sudah mulai lokalisir semua," papar dia.

Berkat pemeriksaan di laboratorium di Makassar ini, sangat membantu tiap daerah bergerak cepat mengantisipasi penyebaran lebih luas lagi. Pasalnya, hasil uji sudah tidak lagi perlu menunggu waktu lama, dimana sebelumnya hanya dipusatkan di Litbangkes Kemenkes Jakarta.

Dirinya juga sudah mengintruksikan tiap kepala daerah, utamanya yang ada kasus positif, agar segera bertindak. Mengidentifikasi penyebaran, atau melakukan tracking contact.

"Jadi saya meyakini, Sulawesi Selatan mungkin memang akan melonjak, tapi kita bisa mengambil langkah-langkah cepat. Saya kira insya Allah, jangan kita kaget dengan lonjakan jumlah ini," tegas Nurdin.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook