alexametrics
TOPIK TERPOPULER

Anggota TNI yang Ditembak Oknum Polisi di Jeneponto Meninggal Dunia

Faisal Mustafa
Anggota TNI yang Ditembak Oknum Polisi di Jeneponto Meninggal Dunia
Rumah anggota Polrestabes Makassar Bripka Herman dijaga ketat Propam. Foto: iNews/Dok

MAKASSAR - Serda HD (46), anggota TNI yang menjadi korban penembakan oknum polisi di Jeneponto, meninggal dunia di Rumah Sakit TK II Pelamonia, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Jumat (29/5/2020) pagi.

Kepala Penerangan Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Maskun Nafik menjelaskan, anggota Kodim 1425 Jeneponto itu, meninggal sekitar pukul 09.50 Wita. Serda HD menjalani perawatan selama dua pekan di Rumah Sakit milik TNI Angkatan Darat tersebut.

Baca juga: Oknum Polisi Tembak Istri dan Babinsa TNI Selingkuhannya di Jeneponto



Maskun menerangkan, Serda HD yang merupakan Babinsa di Desa Jombe, Kecamatan Turateta, Kabupaten Jeneponto, sebelum meninggal sudah membaik.

"Benar, tadi pagi (meninggal). Dua minggu dirawat. Pada prinsipnya setelah operasi sudah membaik, namun perlu perawatan. Jenazah almarhum dibawa ke Jeneponto," kata Maskun kepada SINDOnews, melalui pesan WhatsApp.

Baca juga: Ini Pengakuan Bripka Her, Polisi Penembak Istri dan Anggota TNI

Serda HD menjadi korban penembakan Bripka HR (47), oknum polisi yang bertugas di Satuan Sabhara Polrestabes Makassar. Serta HD ditembak di rumah Bripka HR Jalan Sungai Kelara, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Kamis 14 Mei malam.

Bripka HR juga menembak istrinya HS (42) karena memergoki Serda HD di dalam kamar bersama istrinya. HS saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara usai menjalani operasi karena luka tembak di bagian lutut kanannya.

Bripka HR telah ditetapkan tersangka oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel sejak Jumat 15 Mei 2020 lalu. Hal itu diungkapkan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mas Guntur Laupe, belum lama ini.

Baca juga: Ada CLBK Dibalik Insiden Polisi Tembak Istri dan Babinsa TNI di Jeneponto

Guntur menjelaskan atas perbuatannya, Bripka HR dipersangkakan dengan pasal 351 ayat 2 KUHPidana tentang penganiayaan yang ancaman hukuman lima tahun penjara.

"Proses pidananya masih berjalan, dan sudah ditahan di Polda. Sanksinya kurungan minimal 5 tahun," jelasnya kepada SINDOnews, Minggu 17 Mei lalu.



(luq)

preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak