alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pengamat Sebut Danny Punya Modal Besar untuk Menang

Kurniawan Eka Mulyana
Pengamat Sebut Danny Punya Modal Besar untuk Menang
Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Danny Pomanto-Indira Mulyasari dikawal oleh para simpatisan. Foto: Muchtamir Zaide/SINDOnews

MAKASSAR - Meski maju lewat jalur perseorangan, namun pasangan Moh Ramdhan Danny Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi), diyakini tidak akan kesulitan menggalang massa saat kampanye terbuka.

Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Ali Armunanto, yang dihubungi Rabu (14/2/2018), berpendapat, masing-masing kandidat akan berupaya memaksimalkan mobilisasi massa saat kampanye terbuka.

Alasannya, karena kampanye terbuka bukan hanya untuk menarik perhatian orang, tetapi juga untuk menunjukkan kekuatan kandidat, yang dilihat dari jumlah pendukung yang hadir.

Menurutnya, meski Danny-Indira tidak maju melalui jalur partai politik, namun ada beberapa parpol yang mendukungnya. Masing-masing parpol tersebut diyakininya memiliki massa dan simpatisan.

Terlebih Danny sendiri memiliki basis pendukung dari berbagai komunitas dan kelompok yang tersebar hingga ke lorong-lorong dan tingkat RT.

"Tidak sulit, Danny juga meskipun independen tapi ada parpol di belakangnya. Dibanding Appi-Cicu (Munafri Arifuddin-Rahmatika Dewi), Danny infrastruktur politiknya sudah siap dari awal, lebih mapan. Tinggal mengaktifkan komunitas yang ada di lorong-lorong bahkan sampai tingkat RT/RW, itu sama dengan infrastruktur parpol. Jadi saya pikir itu bukan kerjaan sulit untuk Danny," paparnya.

Mengenai peluang untuk memenangkan kontestasi pilkada, Ali Armunanto mengatakan, hal itu sangat tergantung pada mesin politik kandidat yang bersangkutan.

Mesin politik itu dikatakannya, bukan hanya berasal dari parpol, tetapi bisa juga dari jaringan yang dimiliki oleh kandidat yang bersangkutan. Hal itu sudah dimiliki oleh Danny.

Ia menambahkan, di beberapa wilayah memang dimenangkan oleh usungan parpol, namun di daerah lain dimenangkan oleh usungan perseorangan.

"Danny meski tidak diusung parpol tapi punya mesin politik, karena sudah bentuk tim sebelumnya," lanjutnya.

Sementara Appi-Cicu dinilainya harus mati-matian menunjukkan bahwa dia lebih bagus dari Danny Pomanto.

Ia menambahkan, Danny Pomanto sudah mempunyai modal besar untuk dipilih. Danny tinggal menyegarkan ingatan masyarakat tentang keberhasilan pembangunan.

"Appi-Cicu mengandalkan parpol, mereka perlu kerja keras. Tapi itu tidak berarti Danny Pomanto bisa menang dengan mudah. Pemeriksaan marathon di Polda kemarin juga bisa menjadi kampanye buruk untuk Danny," pungkasnya.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads