alexa snippet
more
TOPIK TERPOPULER

Jelang Pilgub Sulsel, Polisi-Warga Bentrok di Bulukumba

SyamsirJelang Pilgub Sulsel, Polisi-Warga Bentrok di Bulukumba
Simulasi pengamanan aksi unjukrasa yang digelar Polres Bulukumba. Foto: Syamsir/SINDOnews

BULUKUMBA - Ratusan warga yang menggelar aksi unjukrasa di depan kantor KPU Bulukumba berakhir bentrok dengan pengamanan kepolisian, Rabu, (14/02/2018).

Warga memprotes hasil pemilihan gubernur (pilgub) Sulsel, karena diduga terdapat kecurangan didalamnya.

Kepolisian berhasil membubarkan aksi unjukrasa warga setelah memukul mundur peserta aksi menggunakan mobil water canon. Meski pihak kepolisian harus bekerja ekstra.

Unjukrasa ini merupakan simulasi polisi dalam menghadapi Pilgub Sulsel mendatang. Demo warga ini disanksikan langsung oleh Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali, Kapolres, AKBP M Anggi Naulifar Siregar, dan Kepala Kejaksaan, Muh Ihsan.

“Ini simulasi saja, ini bagian dari persiapan kami,” ujar Kapolres Bulukumba, AKBP M Anggi Naulifar Siregar, sesuai acara simulasi, Rabu, (14/02/2018).

Menurut dia, pengamanan ini sudah menjadi tugas kepolisian, karena mengingat instalasi yang semakin tinggi dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi, namun semua sudah persiapkan jauh sebelumnya. Antisipasi ini hal yang tak diinginkan, karena melihat kondisi ini adalah paling buruk.

“Bulukumba pasti aman, tapi kami tidak berani sesumbar bilang aman. Karena nanti marah yang diatas,” kata mantan Kapolres Sidrap ini.

Anggi menghimbau agar masyarakat bijaksana dalam membaca berita dan komentar orang, jangan langsung percaya jika ada berita yang beredar, karena belum tentu benar. Bahkan, warga harus bersabar dan tidak mudah diadu domba. Pihak kepolisian akan turun langsung jika sudah berbahaya, sebab pelaku penyebar berita hoax melanggar Undang-Undang (UU) ITE.

“Jangan mau diadu domba. Harus kroscek dulu kebenarannya. Apakah benar atau tidak,” katanya.

Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali, mengaku, kegiatan simulasi ini bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga keamanan, seluruh penyelenggara agar melaksanakan dengan jujur, dia tidak memihak kepada salah satu calon. Sebab, jika penyelenggara tidak jujur dalam melaksanakan tugasnya, maka memungkinkan pilkada akan kacau. Namun, dia berjanji tetap akan mengawasi Aparatur Sipil Negara (ASN) supaya tidak terlibat dalam pilkada.

“Simulasi ini bagus. Ada antisipasi jauh sebelumnya,” tandasnya.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
sindonews ads