TOPIK TERPOPULER

Pria di Makassar Dikeroyok Pakai Parang Sampai Bibir Robek

Faisal Mustafa
Pria di Makassar Dikeroyok Pakai Parang Sampai Bibir Robek
Korban pengeroyokan, EM (19) usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Seorang pria berinisial EM (19) menjadi korban pengeroyokan dua orang rekan kerjanya di Jalan Sabutung Baru, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Bibir korban ditebas parang, hingga harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar selama 4 hari.

Kerabat Korban, Riswan menceritakan, penganiayaan itu berlangsung pada Sabtu 18 September 2021, sekira pukul 02.00 Wita. "Awalnya sama-sama minum, karena diajak sama para pelaku ini, di sini sudah ada unsur perencanaan," paparnya kepada SINDOnews, Rabu (22/9).

Baca juga: Polisi Tak Tahan Tersangka Pengeroyokan Pelajar di Selayar

Dia menerangkan, dua terduga pelaku adalah pria berinisial MS (31) dan VN (29). Mereka adalah rekan korban sesama buruh bangunan. Setelah menenggak miras, kedua pelaku yang masih berdekatan rumah dengan korban, menunggu di pinggir jalan.

Korban yang sudah dalam kondisi mabuk ditahan. "Dikeroyokmi, pakai parang, bibirnya adekku ditebas sampai robek gusinya, karena dua kali ditebas. Terus ditebas lagi punggungnya empat kali sampai terkapar. Bapak dapat kabarmi, terus dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, sekitar Pukul 04.30 Wita," jelas Riswan.



Pihak keluarga saat itu belum mau melaporkan kejadian tersebut ke polisian. "Karena bapak tunggu pulih dulu ini adek. Kemarin malam baru kita melapor di Polrestabes Makassar," terangnya.

Baca juga: 3 Remaja Pengeroyokan Polisi di Cilandak Resmi Tersangka

Ayah korban, Dg Manai menyebutkan, laporan teregistrasi bernomor LP/237/IX/2021/ Polda Sulsel/Restabes Mks. Laporan tersebut diterima oleh Aipda Jamaluddin tanggal 21 September 2021. "Kami minta pelaku bisa ditangkap," harap bapak 51 tahun ini.

Belum ada konfirmasi resmi dari kepolisian ihwal kasus dugaan penganiayaan secara bersama-sama tersebut. Kasubag Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando mengaku baru akan mengecek laporan tersebut. "Nanti kita cek dulu," katanya singkat.




(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!