TOPIK TERPOPULER

LDII Sulsel Gandeng Kodam dan Ponpes Roudhotul Jannah Gelar Vaksinasi

Marhawanti Sehe
LDII Sulsel Gandeng Kodam dan Ponpes Roudhotul Jannah Gelar Vaksinasi
Suasana vaksinasi yang dilaksanakan LDII Sulsel bersama Kodam di Ponpes Roudhotul Jannah. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Percepatan program vaksinasi Covid-19 yang terus digalakkan pemerintah demi mencapai kekebalan kelompok perlu didukung semua pihak, termasuk oleh organisasi kemasyarakatan (ormas).

Oleh karena itu, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan (Sulsel), bekerja sama dengan Kodam XIV/Hasanuddin dan Pondok Pesantren Roudhotul Jannah melaksanakan vaksinasi massal pada Kamis (23/9/2021).

Baca juga: Lepas Keberangkatan 6 Cabor, Ketua KONI Sulsel Ingatkan Target 10 Besar

Vaksinasi yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Roudhotul Jannah itu merupakan tahap kedua dengan jumlah vaksin yang disiapkan sebanyak 1.640 dosis. Rinciannya, 1.500 dosis vaksin Sinovac dan 140 dosis AstraZeneca.

Sebelumnya, LDII Sulsel juga sukses menyelenggarakan vaksinasi bekerja sama dengan Kodam XIV/Hasanuddin di Pondok Pesantren Roudhotul Jannah dengan jumlah vaksin yang disalurkan sebanyak 1.500 dosis.



Ketua LDII Sulawesi Selatan, Abri MP mengaku bersyukur karena bisa kembali menggelar vaksinasi Covid-19 yang dibuka untuk masyarakat umum dan santri di Pondok Pesantren Roudhotul Jannah. Harapannya, vaksinasi tersebut berjalan sukses seperti tahap pertama. "Alhamdulilah kita masuk vaksinasi kedua, setelah kita laksanakan vaksinasi tahap pertama yang berjumlah 1.200 dosis," ungkapnya, Kamis (23/9).

Baca juga: BKPSDM Waspadai Info Hoaks Soal CPNS dan Pengangkatan Honorer

Menurut Abri, vaksinasi akan mewujudkan kekebalan komunal (herd immunity). "Kekebalan kelompok kita harus pelihara agar masyarakat kita bisa terbebas dari Covid-19. Harapan kita kesehatan bisa terbina kembali. Harapannya, negara kita menjadi negara yang baldatun toyyibatun wa robbun ghofur," katanya.

Bila kesehatan masyarakat bisa pulih, maka ekonomi bangkit. Pemulihan ekonomi terbina karena kestabilan kesehatan. "Sehingga produktivitas masyarakat bisa kembali muncul. Masyarakat bisa sejahtera," ungkap Abri.



(luq)

halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!