TOPIK TERPOPULER

Perangkat Daerah Terintegrasi Stunting Diminta Perkuat Kualitas Data

Tim SINDOnews
Perangkat Daerah Terintegrasi Stunting Diminta Perkuat Kualitas Data
Suasana pertemuan lintas perangkat daerah di Luwu Utara untuk membahas perbaikan sistem data stunting. Foto: Istimewa

LUWU UTARA - Sebanyak tujuh Perangkat Daerah (PD) Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara baru-baru ini menggelar Pertemuan Koordinasi Lintas Program, atau Lintas Sektor, yang membahas tentang perbaikan Sistem Manajemen Data Dalam Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten Luwu Utara.

Tujuh PD yang menjadi kunci sukses program stunting dimaksud adalah Bappelitbangda sebagai koordinator program stunting, Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DisdikBud), DPUTRPKP, DP3AP2KB, Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Puskesmas Se-Luwu utara. 

Baca Juga: Bupati Luwu Utara Terima Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang dari IIFPG


Pertemuan ini dipimpin Kepala Bappelitbangda, Alauddin Sukri, dan dihadiri perwakilan PD terintegrasi stunting. Alauddin Sukri mengatakan, Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor kali ini lebih fokus pada pelaksanaan perbaikan sistem manajemen data stunting untuk memperkuat sistem yang sudah ada di 7 PD tersebut.

“Sistem manajemen data ini bukan untuk membangun sistem manajemen data baru, tapi untuk memperkuat sistem-sistem yang sudah ada di Perangkat Daerah yang terintegrasi stunting, dalam rangka meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas maupun kualitas data tentang intervensi stunting gizi terintegrasi,” jelas Alauddin.



Alauddin menjelaskan, sistem manajemen data intervensi pencegahan dan penurunan stunting merupakan pengelolaan data di tingkat kabupaten sampai di tingkat desa, yang akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan dan pengelolaan program atau kegiatan pencegahan dan penurunan angka stunting di Luwu Utara. 

“Sistem manajemen data ini merupakan bagian dari pengelolaan sumber informasi yang mencakup semua kegiatan mulai dari identifikasi kebutuhan data, pengumpulan data hingga pemanfaatan data untuk memastikan informasi yang akurat dan mutakhir,” jelasnya lagi. 

Dijelaskannya, sistem manajemen data ini bersinggungan dengan aspek kebijakan dalam mendukung mekanisme yang telah berjalan sesuai alur pelaksanaan, dan tidak terlepas dari dukungan teknologi informasi dalam pengumpulan dan pengelolaan data.

“Kami berharap kepada seluruh penanggung jawab data dari masing-masing Perangkat Daerah untuk melanjutkan analisis ketersediaan data dan mengumpulkan data terkait dengan cakupan intervensi penurunan stunting di sektornya masing-masing,” harap Alauddin. 



(agn)

halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!