TOPIK TERPOPULER

BBKP Makassar Proyeksikan Bulukumba Jadi Percontohan Ekspor Manggis

Tim SINDOnews
BBKP Makassar Proyeksikan Bulukumba Jadi Percontohan Ekspor Manggis
Wabup Bulukumba, Andi Edy Manaf dan Kepala BBKP Makassar, Lutfie Natsir di sosialisasi Sosialisasi Peraturan Karantina dan Persyaratan Ekspor Buah Manggis, Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Rabu (13/10). Foto: Istimewa

BULUKUMBA - Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar terus mendorong penguatan komoditas ekspor di kabupaten/kota lingkup Sulsel. Salah satu yang sangat potensial adalah komoditas buah manggis asal Kabupaten Bulukumba.

Kepala BBKP Makassar, Lutfie Natsir menyatakan, potensi ekspor Bulukumba bukan cuma sentra pengrajin perahu Pinisi, tetapi juga buah manggis. Meski masih jarang terdengar, tetapi manggis asal Bumi Panrita Lopi telah menembus pasar ekspor, khususnya di China. Atas pertimbangan itu pula, pihaknya memproyeksikan Bulukumba sebagai pilot project atau proyek percontohan ekspor manggis.

Baca juga: BBKP Makassar Perketat Pengawasan di Pelabuhan Bungeng

Guna memaksimalkan potensi tersebut, BBKP Makassar menggelar Sosialisasi Peraturan Karantina dan Persyaratan Ekspor Buah Manggis di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Rabu (13/10). Kegiatan itu dibuka langsung Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, dan dihadiri pejabat setempat.

"Permintaan ekspor manggis ke China sangat tinggi. Makanya, Kabupaten Bulukumba ini akan kami jadikan pilot project untuk ekspor manggis," kata Lutfie seperti dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Rabu (13/10).



Lebih jauh, Lutfie menyatakan sosialisasi hingga pendampingan akan terus dilakukan guna memperkuat ekspor manggis di Bulukumba. Hal itu sekaligus bentuk kontribusi BBKP Makassar menyukseskan program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) yang dicanangkan Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Baca juga: Laju Ekspor Biji Kakao Sulsel Tetap Kencang di Masa Pandemi Covid-19

Ia menjabarkan potensi ekspor manggis dari Bulukumba cukup besar lantaran lahan yang tersedia cukup luas. Demi memastikan ekspor manggis dapat berjalan lancar, diakuinya butuh pendampingan. Salah satunya melalui upaya perbaikan mutu dan peningkatan kualitas agar potensi ekspor dapat terus meningkat. Pihaknya pun mengapresiasi Pemkab Bulukumba yang telah mendukung sosialisasi guna memperkuat ekspor manggis.

"Karantina Pertanian Makassar (BBKP Makassar-red) akan terus melakukan pendampingan. Mulai dari budi daya sampai pascapanen. Kami juga berikan kemudahan pelayanan karantina dengan metode in line inspection, pemeriksaan komoditas di tempat packing house. Hal ini dapat mengefisiensi waktu dan menekan biaya ekspor," ujar dia.



(luq)

halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!