TOPIK TERPOPULER

Program BNI Smart City Diharap Dorong Peningkatan PAD Bulukumba

Eky Hendrawan
Program BNI Smart City Diharap Dorong Peningkatan PAD Bulukumba
Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, dan Pimpinan PT BNI Wilayah VII, Hadi Santoso saat menandatangani program kerjasama. Foto: Istimewa

BULUKUMBA - Pemerintah Kabupaten Bulukumba berharap penerapan program BNI Smart City, bisa mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penerapan program ini ditandai dengan kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba dan Bank Negara Indonesia (BNI) merealisasikan smart city alias kota pintar di Kabupaten Bulukumba. Hal itu merupakan wujud komitmen untuk memberikan solusi yang telah terintegrasi teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola pemerintah dan layanan perbankan efisien.

Baca Juga: Begini Cara PDAM Bulukumba Tingkatkan Kepatuhan Bayar Iuran Pelanggan

Kerja sama itu tertuang melalui nota kesepahaman diteken langsung oleh Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, dan Pimpinan PT BNI Wilayah VII, Hadi Santoso, belum lama ini. Kegiatan itu turut disaksikan oleh Asisten dan Staf Ahli Bupati, sejumlah Kepala OPD, dan jajaran Kantor BNI Bulukumba.

Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, mengapresiasi sekaligus mendukung program smart city tersebut. Ia menilai program tersebut dapat memaksimakan penyediaan layanan pembayaran pajak dan retribusi daerah.



"Untuk BNI saya ucapkan terimakasih, yang mana ini tentu merupakan bentuk perhatian dan support BNI kepada Pemkab Bulukumba,” ucap Andi Utta-sapaan akrabnya.

Adapun solusi yang diberikan oleh BNI antara lain, solusi pembayaran/belanja daerah (Internet Banking Corporate atau BNIDirect, SP2D Online, dan Virtual Account Debit), solusi penerimaan (e-PBB, e-PDAM, e-PAD, e-Samsat, dan e-Retribusi), BNI marketplace yang membantu pemerintah kota/kabupaten dalam mempromosikan pariwisata daerah dan produk-produk UMKM dan memasarkan secara online.

Di samping itu, BNI juga menyediakan pembayaran digital melalui BNI Mobile Banking, TapCash dan QRIS bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Layana itu semakin meningkatkan transaksi nontunai atau cashless society.

Menurut Andi Utta, program Smart City tersebut diharapkan terealisasi secepatnya sehingga dapat mempermudah dalam pengelolaan keuangan berbasis digital. Juga diharapkan bisa menjadi solusi dalam mengelola belanja daerah maupun penerimaan pendapatan daerah.



(agn)

halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!