TOPIK TERPOPULER

Gotong Royong Percepat Cakupan Vaksinasi di Sulsel

Marhawanti Sehe
Gotong Royong Percepat Cakupan Vaksinasi di Sulsel
Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr Maxi R Rondonuwu meninjau lokasi vaksinasi digelar Yayasan Anak Bangsa Berakhlak Mulia (YABBM) didukung oleh APT Foundation di Phinisi Point, Kamis (21/10). Foto: Sindonews/Marhawanti

MAKASSAR - Percepatan vaksinasi Covid-19 perlu didukung oleh berbagai pihak agar kekebalan kelompok atau herd immunity dapat segera tercapai. Sikap gotong royong antara pemerintah, swasta hingga organisasi kemasyarakat (Ormas) dinilai bisa meningkatkan cakupan vaksinasi.

Hal itu salah satunya ditunjukkan melalui vaksinasi yang digelar oleh Yayasan Anak Bangsa Berakhlak Mulia (YABBM) yang didukung oleh APT Foundation bertempat di Phinisi Point, Kamis (21/10/2021). Vaksinasi itu dipantau langsung oleh Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr Maxi R Rondonuwu.

Baca Juga: Ingin Pandemi Segera Jadi Endemi, Wapres Minta Percepat Vaksinasi

Vaksinasi itu mengakomodir dosis pertama dan kedua. Khusus dosis pertama, menggunakan vaksin Pfizer. Sedangkan dosis kedua menggunakan vaksin Sinovac. Vaksinasi itu akan digelar secara berkelanjutan oleh YABBM di lokasi yang sama, yaitu Phinisi Point.

Dr dr Maxi mengungkapkan, Kota Makassar menjadi salah satu daerah yang mendapatkan dosis vaksin Pfizer. Jika laju penyaluran vaksin cukup tinggi, maka pemerintah pusat memastikan akan membatu menambah jumlah pasokan vaksin tersebut.



Dia berharap, target Presiden Joko Widodo dapat tercapai, yaitu vaksinasi di Sulsel dan semua provinsi di Indonesia bisa melampaui angka 70 persen pada bulan Oktober mendatang. "Kalau bisa di bulan Desember sudah mendekati dosis satu 90 persen. Itu harapan kami," ungkapnya.

Lebih jauh, dia menguraikan, secara nasional capaian vaksinasi sudah mendekati 52 persen untuk dosis pertama dan 30 persen untuk dosis kedua. Capaian vaksinasi dosis kedua yang cukup rendah disebut wajar karena terdapat vaksin dengan rentan waktu dosis pertama dan kedua yang cukup lama.

"Total suntikan sudah rangking lima di dunia. Di atas 170 juta dosis yang sudah disuntikkan," sebut dr Maxi.

Dia pun memberikan apresiasi kepada semua pihak atas sinergi dan upaya gotong royong dalam pelaksanaan vaksinasi. Menurutnya, percepatan vaksinasi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja, perlu partisipasi dan dukungan semua pihak.



(agn)

halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!