alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Warga Enrekang Pertahankan Ritual Mappanongo di Air terjun Lewaja

Aris Bafauzi
Warga Enrekang Pertahankan Ritual Mappanongo di Air terjun Lewaja
Warga Enrekang saat melakukan ritual adat Mappanongo. Foto: Aris Bafauzi/SINDOnews

ENREKANG - Pesatnya perkembangan zaman saat ini, tidak membuat warga Enrekang meninggalkan ritual adat tahunan mereka. Termasuk ritual Mappanongo (menurunkan sesajian).

Matahari baru menampakkan cahaya dari balik gunung Lewaja, puluhan warga Bisang Kelurahan Lewaja mulai berbondong-bondong ke air terjun Lewaja yang berjarak 400 meter dari Pemukiman.

Mereka membawa aneka makanan dan buah-buahan, sebagai syarat dalam proses ritual adat Mappanongngo yang berarti menurunkan ke Sungai. Tetua Adat Muhiddin menerima semua bawaan warga untuk menjalani proses adat tepat di bawah air terjun.



"Ini sebagai wujud syukur kepada yang Maha Kuasa Allah SWT, atas limpahan rezeki dan lancarnya hasil bumi. Di mana aneka makanan berupa ketan dan ayam digantungkan di wadah bambu, dan buah di turunkan ke sungai," ujar Erna salah seorang warga Lewaja.

Tradisi tahunan yang digelar ini, selain sebagai wujud syukur. Juga sebagian warga bahkan datang dari kabupaten tetangga bahkan dari perantauan mengaku menghadiri ritual Mappanongngo ini karena ingin bernazar atau ingin menebus nazarnya.

"Ada yang memang sebagai wujud syukur, ada juga yang datang bernazar atau menebus nazarnya karena telah tercapai," tambahnya.

Setelah semua makanan di terima, Tetua adat dan warga berdoa bersama ke pada Allah agar tetap dilindungi dan dicurahkan rezeki serta selamanya dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.

Selanjutnya makanan akan menjadi rebutan warga yang telah lama bersabar menanti proses ritual selesai, namun warga yang membawa makanan atau bernazar tidak diperbolehkan ikut merebut.

Usai menikmati makanan, mulai dari orang tua hingga anak-anak kepalanya di celupkan ke air oleh tetua adat dengan maksud mencuci energi Negatif dan menjadi orang yang lebih baik kedepannya. Dan juga tampak warga lainnya mencoba mendekati air terjun, untuk mengisi air ke wadah botol plastik dan jeregen yang mereka bawa untuk diniatkan sebagai obat. Jelang Salat Jumat, warga mulai kembali ke rumah masing-masing.

Kadis Pariwisata Enrekang, Hamsir mengakui Pemerintah telah menggelontorkan dana besar untuk akses menuju air terjun, termasuk fasilitas umum bagi warga yang ingin ke air terjun. Rencananya ritual adat di bawah air terjun, juga akan menjadi promosi kedepannya.



(agn)

Berita Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook