TOPIK TERPOPULER

8 Saksi Diperiksa Maraton di Kejati Terkait Kasus PDAM Makassar

Faisal Mustafa
8 Saksi Diperiksa Maraton di Kejati Terkait Kasus PDAM Makassar
Kejati Sulsel memeriksa 8 orang saksi terkait kasus PDAM Makassar. Foto: Sindonews/dok

MAKASSAR - Penyidik Bidang Pidana Khusus (Bid Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, mulai mendalami kasus dugaan korupsi Jasa Produksi dan Asuransi Pensiun Karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar yang sudah dalam tahap penyidikan.

Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Bid Pidsus Kejati Sulsel, Andi Faik W Hamzah mengatakan, pendalaman diawali dengan memeriksa beberapa pejabat dan eks pejabat teras lingkup PDAM Makassar. Mereka diambil keterangannya sejak Senin 22 November 2021 pagi.

Baca Juga: Kejati Didesak Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi PDAM Kota Makassar

"Hari ini baru kita mulai pemeriksaan terhadap sekitar 8 orang saksi. Mereka merupakan pejabat dan mantan pejabat keuangan PDAM Makassar Untuk nama-nama saksi pada tahap penyidikan, tidak bisa kami sampaikan untuk keamanan saksi dan perkara," katanya Faik kepada Sindonews Makassar.

Dia menambahkan, pemeriksaan maraton kepada 8 orang saksi itu, sehubungan dengan jabatan yang sedang dan atau pernah diemban mereka. Namun, Faik belum mau menjelaskan lebih jauh soal materi perkara yang dikonfrontasikan kepada mereka.



"Pada dasarnya pengungkapan materi perkara secara lengkap dan utuh untuk umum, termasuk identitas saksi-saksi itu adanya hanya di persidangan," tutur Faik.

Diketahui, kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran di lingkup PDAM Kota Makassar tahun anggaran 2018 telah ditingkatkan ke tahap penyidikan, pekan lalu oleh Bid Pidsus Kejati Sulsel. Itu setelah penyidik memperoleh hasil audit dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), yang kemudian digelar perkara.

Faik sebelumnya menyatakan, meski sudah dinaikan ke penyidikan. Belum ada tersangka dalam kasus itu. "Penyidikan baru dimulai, selanjutnya penyidik akan mengumpulkan bukti-bukti yang dapat membuat terang tindak pidana dan subyek hukum yang dapat dimintai pertanggung jawaban," tuturnya.

Kasus ini bergulir lewat laporan Lembaga Besar Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulawesi Selatan (LB AMP Sulsel) pada April 2020 lalu. Laporan itu teregistrasi dengan nomor 067/SEK.A2/Pelaporan/LB-AMP SUL-SEL/IV/2020.



(agn)

halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!