TOPIK TERPOPULER

PTPN dan Mentan Berencana Kembangkan Sapi Wagyu di Wajo dan Sidrap

Marhawanti Sehe
PTPN dan Mentan Berencana Kembangkan Sapi Wagyu di Wajo dan Sidrap
Pemimpin PTPN XIV saat bertemu Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo membahas pengembangan sapi wagyu, belum lama ini. Foto: Humas PTPN XIV

JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV dan Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo (SYL) berencana melakukan kerja sama terkait pengembangan sapi wagyu.

Rencana kerja sama itu dibahas Direktur PTPN XIV, Suhendri bersama CEO PT Asiabeef Biofarm Indonesia (ABI) saat berkunjung ke Kantor Kementerian Pertanian (Kementan) yang disambut langsung Mentan SYL, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pabrik Kelapa Sawit Luwu Komitmen Berdayakan Tenaga Kerja Lokal

Direktur PTPN XIV, Suhendri menyampaikan niatnya untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki oleh PTPN XIV, salah satunya pemanfaatan lahan di Sakkoli, Kabupaten Wajo dan Kabupaten Sidrap, untuk pengembangan sapi ternak jenis wagyu.

Diketahui sapi wagyu memiliki nilai jual daging yang tinggi dan laris di pasaran. "PTPN XIV memiliki kurang lebih 9.000 hektare lahan di Kabupaten Wajo dan Kabupaten Sidrap yang belum digarap," sebut Suhendri.



Kepala Bagian Perencanaan dan Manajemen Sistem PTPN XIV, Hamsa mengatakan ide optimalisasi aset itu muncul saat kunjungan Direktur PTPN XIV menemui Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu sebelumnya.

"Pak Gubernur paham betul tentang PTPN XIV. NTT ini kan diharapkan bisa menjadi daerah penghasil daging, namun karena keterbatasan area Pak Gubernur menyarankan untuk dikembangkan di lahan PTPN XIV yang di Sulsel. Akhirnya beliau membuka komunikasi dengan Pak Mentan, diaturkan waktu hingga Pak Direktur dapat berkunjung ke sana," jelas Hamsa, Kamis (25/11/2021).

Baca juga: PTPN XIV Unit Kebun Keera-Maroangin Komitmen Serap Tenaga Kerja Lokal

Dia melanjutkan, pemilihan lahan di Kabupaten Wajo dan Kabupaten Sidrap dilakukan bukan tanpa alasan. Lahan tersebut merupakan area peternakan yang dulunya dimiliki oleh PT Bina Mulya Ternak (Persero).



(luq)

halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!