TOPIK TERPOPULER

Cegah Banjir, Penguatan Tebing Sungai Balambang Dinilai Mendesak

Chaeruddin
Cegah Banjir, Penguatan Tebing Sungai Balambang Dinilai Mendesak
Kondisi rumah warga di Dusun Pantai Bahari, Desa Raja, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, terancam ambruk. Foto: Chaeruddin/SINDOnews

LUWU - Warga yang terdampak banjir di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, meminta pemerintah melakukan penanganan penyebab terjadinya banjir di wilayah mereka.

Salah satu yang dinilai mendesak adalah penanganan hulu atau wilayah pegunungan serta pemasangan tanggul sungai yang berfungsi sebagai penguatan tebing serta penghalau banjir ke pemukiman warga.

Baca Juga: Sekda Luwu Sebut Kemajuan Teknologi Tak Dapat Gantikan Peran Guru

Salah seorang warga Dusun Pantai Bahari, Baharuddin, mengaku yang paling mendesak saat ini adalah pemasangan tanggul di tebing Sungai Balambang.

"Anggaran APBD 2022 belum ketuk palu, kami warga yang tinggal di Dusun Pantau Bahari Desa Raja, berharap pemerintah mengucurkan anggaran penguatan tebing di wilayah kami," ujar dia.



Jika ini tidak dilakukan secepatnya kata Baharuddin, dirinya khawatir banjir di kemudian hari akan merusak pemukiman, khususnya yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Balambang.

"Karena penanganan hulu butuh waktu lama. Namun terkait itu kami juga mendesak pemerintah baik Kabupaten Luwu maupun Provinsi Sulsel, agar lebih memperketat izin terkait aktivitas di hulu seperti pertambangan," katanya.

Untuk diketahui, banjir melanda Kecamatan Bua pada Rabu malam kemarin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu mencatat ada 115 rumah warga terendam banjir di tiga desa di Kecamatan Bua.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. 30  rumah di Desa Pammesakkang yang terendam banjir, 50 rumah di Desa Raja dan 35 rumah di Desa Puty," ujar Sekretaris BPBD Luwu, Aminuddin Alwi.



(tri)

halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!