TOPIK TERPOPULER

Divonis 5 Tahun Penjara, Nurdin Abdullah Bersiap Banding

Faisal Mustafa
Divonis 5 Tahun Penjara, Nurdin Abdullah Bersiap Banding
Nurdin Abdullah dan Tim Kuasa Hukum mengikuti proses Persidangan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Makassar, secara virtual, Senin (29/11/2021) malam. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Tim kuasa hukum Nurdin Abdullah bersiap untuk mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Makassar yang memvonis bersalah atas suap dan gratifikasi di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

Kuasa Hukum Nurdin Abdullah, Irwan Irawan mengaku menghormati keputusan Majelis Hakim. Timnya enggan mengomentari lebih jauh vonis tersebut, namun hakim sebagaimana Undang-Undang memberi waktu selama 7 hari untuk mempertimbangkan keputusan itu.

Tenggat waktu tersebut, diakui Irwan bakal diupayakan sebagai langkah mencari keadilan bagi kliennya. Olehnya itu, timnya akan melakukan konsolidasi bersama Nurdin Abdullah guna membahas rencana banding. "Sejauh mana sikapnya dengan putusan yang sekarang," ungkapnya.

Baca Juga: Nurdin Abdullah Divonis Bayar Uang Pengganti Rp5,8 Miliar

Dia mengatakan, setelah agenda putusan yang berlangsung selama kurang lebih tujuh jam. Tim kuasa hukum akan melangsungkan pertemuan di Jakarta, mengingat Nurdin Abdullah ditahan di sana.

"Sementara kami rapat untuk mengambil sikap. Tentunya dengan mengutamakan sikap utama Pak Nurdin sebagai terdakwa yang menjalankan pidana ini," tutur Irwan.

Sebelumnya, Ketua Majelis Hakim, Ibrahim Palino menyebut, Nurdin Abdullah selaku terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

"Menjatuhkan pidana penjara lima tahun dan denda sebesar Rp500 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dapat dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama empat bulan," kata Ibrahim Palino dalam amar putusannya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (29/11/2021).

Baca Juga: Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara

Gubernur Sulsel non aktif itu, juga dijatuhi hukuman pidana tambahan membayar uang pengganti sebesar Rp2.187.600.000 dan 350.000 Dolar Singapura, dengan ketentuan apabila tidak dibayar paling lama seulan setelah perkara ini, mempunyai ketentuan hukum tetap maka harta benda dirampas untuk menutupi kerugian negara.

halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!