TOPIK TERPOPULER

11 Bulan Buron, Penganiaya Petugas SPBU di Makassar Diringkus saat Pesta Miras

Faisal Mustafa
11 Bulan Buron, Penganiaya Petugas SPBU di Makassar Diringkus saat Pesta Miras
Petugas SPBU yang jadi korban penganiayaan saat dilarikan ke fasilitas kesehatan. Peristiwa penganiayaan terjadi pada 16 Januari 2021 lalu. Foto: Dokumentasi polisi

MAKASSAR - Petugas Opsnal Polsek Tamalanrea meringkus enam pria yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap seorang petugas stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar.

Mereka masing-masing FH (20), R (20), TS (20), GT (27), MD (30) dan AM (27). Para terduga pelaku dibekuk ketika berpesta minuman keras di Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Rabu 1 November dini hari.

Baca juga: Petugas SPBU di Tamalanrea Dikeroyok Usai Menegur Konsumen yang Merokok

Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea Iptu Nurtjahyana mengatakan, para pelaku diringkus setelah menjadi buron selama kurang lebih 11 bulan. Kejadian penganiayaan dilakukan pada Rabu 13 Januari 2021. Korban berinisial FK terluka di bagian kepala dan tangan.

"Anggota mendapat informasi bahwa para pelaku ini telah kembali dari pelariannya di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Mereka berkumpul di salah satu rumah di komplek BTN Hamsih, Kecamatan Tamalanrea sedang berpesta miras," katanya, Kamis (2/12).



Dia menambahkan dari enam pelaku. FH menjadi otak dan penyebab masalah sampai terjadinya tindak pidana tersebut. Saat kejadian korban menegur tersangka FH untuk mematikan rokok. "Namun yang bersangkutan tidak terima dan memanggil teman-temannya," tutur Nurtjahyana.

Baca juga: Polda Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Kontainer Covid-19 di Makasar

Menurut Nurtjahyana, FH mengakui dan membenarkan telah membawa parang yang kemudian digunakan salah satu rekannya untuk melakui korban. "Yang menebas itu lelaki IR, sementara masih buron. Menurut informasi pelaku ini berada di Kalimantan," paparnya.

Lebih lanjut, Mantan Kanit Reskrim Polsek Rappocini ini mengatakan, ketika ditegur oleh korban, FH dalam kondisi mabuk.



(luq)

halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!