TOPIK TERPOPULER

Peran Desa Didorong Turut Berkontribusi Dalam Pembangunan Daerah

Herni Amir
Peran Desa Didorong Turut Berkontribusi Dalam Pembangunan Daerah
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat menjadi narasumber pada Bimbingan Teknis/Peningkatan Kapasitas Bersama Bagi Anggota Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) secara virtual, Sabtu (4/12/2021). Foto: Istimewa

GOWA - Peran seluruh Pemerintah Desa, turut didorong agar berkontribusi dalam setiap pembangunan daerah, agar tercipta kolaborasi dengan baik. 

"Prinsip bottom up ini pendekatannya partisipatif. Jadi selain top down dari pemerintah kabupaten, inisiatif dari desa juga kita harapkan. Sehingga kolaborasi itu bisa berjalan dengan baik," ujar Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat menjadi narasumber pada Bimbingan Teknis/Peningkatan Kapasitas Bersama Bagi Anggota Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) secara virtual, Sabtu (4/12/2021).

Baca Juga: Kabupaten Gowa Dapat Dana Transfer Daerah Rp1,402 Triliun

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) itu menyebutkan, secara umum, pendekatan pembangunan desa dikategorikan dalam dua pendekatan utama yaitu pembangunan desa yang bersifat top- down, dan desa membangun yang berorientasi bottom-up. 

Menurut Adnan, kolaborasi yang baik sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah. Karena, hanya daerah yang mampu berkolaborasi dengan semua stakeholder yang ada, dapat menjadi daerah yang maju dan lebih baik daripada sebelumnya.

"Kalau dahulu hanya ada tiga pilar pembangunan, hari ini telah dikembangkan menjadi lima pilar pembangunan, yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat dan media. Kelimanya harus terus berkolaborasi untuk mempercepat proses pembangunan di Indonesia," kata orang nomor satu di Gowa ini.

Lebih lanjut Adnan menjelaskan bahwa posisi BPD di desa saat ini sama dengan lembaga legislatif di tingkat daerah maupun pusat. Sehingga perannya cukup strategis untuk memberikan saran, masukan, dan juga sekaligus membahas bersama apa perencanaan program yang akan dilakukan di desa masing-masing.

"Jadi, BPD dan pemerintah desa sebaiknya berjalan beriringan di dalam pembangunan desa. Tetapi kalaupun ada beberapa hal yang belum sejalan, maka itu adalah bagian dari dinamika. Intinya, BPD harus mampu menyuarakan aspirasi masyarakat desa," imbuhnya.

Selain kolaborasi, Adnan juga menganjurkan kepada peserta Bimtek untuk terus beradaptasi dengan kemajuan dan perkembangan teknologi yang ada saat ini.

"Jika hari ini ada yang tidak menuju pada digitalisasi, pasti tertinggal. Karena di era industri 4.0 ini, seluruh penyelenggaraan baik pemerintah maupun ekonomi, semua sudah menerapkan sistem digitalisasi," terangnya.

Baca Juga: APBD Gowa 2022 Ditetapkan, Bupati Harap Bisa Dikelola Efektif

Ia pun berharap bahwa pendekatan teknokratis yang sifatnya top down, tidak akan dapat berjalan optimal tanpa kolaborasi yang terjalin dengan baik dengan seluruh stakeholder dari pusat hingga desa. Oleh karena itu, pendekatan partisipatif yang bersifat bottom up selalu dibutuhkan untuk melengkapi upaya pembangunan yang ada di Indonesia.

"Ya mudah-mudahan kolaborasi yang baik terus terjalin dalam membangun suatu daerah di wilayah kita masing-masing," pungkasnya.



(agn)

TULIS KOMENTAR ANDA!