TOPIK TERPOPULER

Dosen di Makassar Dianiaya Rombongan Pengantar Jenazah

Faisal Mustafa
Dosen di Makassar Dianiaya Rombongan Pengantar Jenazah
Tangkapan layar dari video yang menunjukkan aksi penganiayaan terhadap Setiawan (45) di Jalan Sunu, Kecamatan Tallo. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Sebuah video berdurasi 1 menit 21 detik menunjukan aksi dugaan kekerasan dilakukan oleh rombongan pengantar jenazah di Kota Makassar. Rekaman CCTV tertanggal 14 Desember 2021, sekira pukul 14.50 Wita dibagikan akun instagram @daeng_becak.

Keterangan unggahan di akun tersebut mencantumkan lokasi kejadiannya di Jalan Sunu, Kecamatan Tallo. Sejumlah pemotor pengantar jenazah tampak merusak mobil merek Toyota Rush. Pemiliknya disebutkan dipukul hingga mengalami luka-luka.

Baca juga: Anarkis, Rombongan Pengantar Jenazah di Makassar Rusak Kendaraan Warga

Kapolsek Tallo, Kompol Saharuddin membenarkan kejadian tersebut. Korbannya adalah seorang dosen salah satu kampus swasta di Makassar, bernama Setiawan (45). "Luka di lengan, alis, betis, di wajah. Diduga dipukul benda tumpul dan kepalan tangan," ujarnya kepada SINDOnews.

Saat ini polisi menunggu laporan dari korban yang tengah mendapat perawatan medis di rumah sakit. "Kami juga sementara pelajari videonya. Terus kita cek tempat kejadian perkaranya di depan SMA 17. Anggota juga sudah ada di rumah sakit untuk ambil keterangan awal," tutur Saharuddin.

Dia menjelaskan, dari informasi yang diterima, korban mengendarai mobil agak di tengah ketika para pengantar jenazah ini melintas. Diduga, korban dianggap menghalangi jalan pengantar jenazah. "Pengantar jenazah ini tersinggung. Akhirnya ramai-ramai melakukan itu (penganiayaan dan pengrusakan)," ucapnya.

Baca juga: Rombongan Pengantar Jenazah Rusak Truk dan Pukul Sopir

Saharuddin mengutarakan, para pelaku ditaksir lebih dari 20 orang. Ia berjanji, setelah menerima laporan resmi dari korban, pihaknya akan bergerak melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku. "Kita kenakan Pasal 170 KUHPidana tentang penganiayaan secara bersama-sama. Ancaman hukuman di atas lima tahun," ungkapnya.

Dia meminta masyarakat yang tengah mengantar jenazah ke pemakaman agar lebih menghargai pengguna jalan lain; tidak kebut-kebutan, tidak terburu-buru dan tidak mengganggu pengendara lainnya. "Sebaiknya melapor ke Polsek kalau mau dikawal. Insyaallah kita siap. Jika ada masyarakat yang sedang kedukaan dan meminta pengawalan," tukasnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando menyebutkan, korban merupakan warga Kompeks Dosen Unhas Kecamatan Tamalanrea yang baru pulang mengajar di Kampus ATIM Jalan Sunu. Korban bergerak dari arah utara menuju selatan dan berpapasan dengan rombongan pengantar jenazah.

Baca juga: Pengantar Jenazah di Menteng Keroyok Pengendara Motor

"Menurut saksi di TKP, para pelaku ini memukul mobil korban yang sudah di pinggir dan dalam keadaan berhenti. Korban tidak berani turun. Para pelaku tetap memukul korban sampai mengalami luka robek di alis kanan, luka memar di tangan. Kemudian mobil korban juga ringsek di samping kanan," ucapnya.

Dia mengatakan, para pelaku diduga adalah warga sekitar. "Dari keterangan saksi bahwa di antara kendaraan pengantar jenazah terlihat ada pete-pete jurusan Sentral Tallo sehingga diduga bahwa pelaku masih di seputaran wilayah hukum Polsek Tallo," tukas Lando.





(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!