TOPIK TERPOPULER

Patok Target Tinggi, DPP PPP Ultimatum DPC yang Tak Maksimal

Muhaimin Sunusi
Patok Target Tinggi, DPP PPP Ultimatum DPC yang Tak Maksimal
Pengurus DPW Sulsel dan 22 DPC PPP kabupaten/kota telah dilantik pada Sabtu (25/12/2021) baru-baru ini. Foto/Humas PPP Sulsel

MAKASSAR - Pengurus DPW Sulsel dan 22 DPC PPP kabupaten/kota telah dilantik pada Sabtu (25/12/2021) baru-baru ini. Mereka pun dipatok target tinggi untuk meraih hasil maksimal pada pemilihan legislatif (Pileg) 2024 mendatang.

Wakil Ketua Umum DPP PPP, Ermalena mengatakan mereka yang terpilih sebagai Ketua DPC kabupaten/kota adalah yang benar-benar mau bekerja untuk partai. Mampu membawa PPP berjaya di daerah masing-masing.

"Pada periode ini siapa pun yang menjadi pimpinan, bukan sekadar mau saja. Tetapi harus melakukan kerja-kerja politik yang bisa memenangkan partai kita di tempatnya masing-masing," katanya.

Baca Juga: Jokowi Tambah Jabatan Wamensos, PPP Duga Jadi Sinyal Kuat Reshuffle Kabinet

Ermalena menuturkan, PPP ialah tempat bagi kader yang mau bekerja membesarkan partai. Jika dianggap gagal, ia memberi ultimatum tak segan bakal memarkir Ketua DPC yang tak maksimal bekerja.

"Seandainya tidak mampu melakukan kerja politik sebagaimana yang diharapkan maka perintahnya adalah parkir. Kita bisa ganti ke mereka yang lebih bisa menjalankan tugas yang diberikan DPW dan DPP," ujarnya.

Dia menjelaskan, target PPP di 2024 ialah tetap mempertahankan bisa lolos ke Senayan dengan ambang batas parlemen 4 persen. Namun juga berupaya meningkatkan perwakilan yang saat ini cuma 19 kursi.

"Keras memang, karena tidak ada pilihan PPP harus keras. Itu harus terukur. Targetnya diserahkan ke DPW dan DPC masing-masing karena tiap wilayah beda tantangannya," jelas Ermalena.

Ketua DPW PPP Sulsel, Imam Fauzan menyambut baik tantangan DPP. Ia bahkan mengaku sudah memiliki target khusus untuk 2024 mendatang.

Fauzan menargetkan PPP memiliki perwakilan untuk menduduki pimpinan di setiap parlemen kabupaten/kota. Serta menjadikan kader partainya duduk di legislatif.

halaman ke-1
TULIS KOMENTAR ANDA!