TOPIK TERPOPULER

Wabup Maros Fokus Pengembangan Industri dan Wisata Kopi

Najmi Limonu
Wabup Maros Fokus Pengembangan Industri dan Wisata Kopi
Wakil Bupati Maros Suhartina Bohari. Foto: Sindonews/dok

MAROS - Pemerintah Kabupaten Maros menggelar rapat koordinasi pengembangan industri dan wisata kopi Mallawa.

Dalam rakor tersebut, banyak mengupas tentang konsep dasar pengembangan industri dan wisata kopi di Kecamatan Mallawa. Rakor ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Maros, Suhartina Bohari.

Suhartina mengungkapkan, butuh implementasi ide dari beberapa sudut pandang. "Butuh ide untuk konsep Mallawa sentra Maros. Kedepannya kita akan buat seperti apa. Kami mendengar dari beberapa sudut pandang, sudut pandang Dinas Pertanian, Periwisata, Kopumdag, pak camatnya, juga pak desanya," ungkap Suhartina.

Mallawa ke depan ditargetkan akan menjadi agrowisata kebun kopi. Bagi para penikmat kopi, kopi Mallawa memiliki cita rasa yang berbeda dengan kopi-kopi lainnya. Ada dua desa di Kecamatan Mallawa yang saat ini fokus dengan kopi, Desa Bentenge dan Desa Barugae.

"Saya memang bukan penikmat kopi, tapi bagi penikmatnya, kopi disana rasanya beda, ada yang khas dari rasanya," lanjutnya.

Dasarnya cita rasa kopi dapat berpengaruh oleh ketinggian lokasi tanam. Lokasi wisata kebun kopi yang direncanakan di Kecamatan Mallawa akan di pusatkan di Desa Bentenge sebagai pusat produksi, ini khusus untuk menjaga cita rasa kopi Mallawa. Desa-desa disekitarnya akan kita fokuskan pada wisatanya.

"Karena dasarnya kopi jika sudah pindah ketinggian, cita rasanya pasti berbeda. Menjaga cita rasa kopi, kita pusatkan produksi di Desa Bentenge, rancangan ide-ide wisata yang sudah ditampung dari beberapa dinas kita akan wujudkan di Desa-Desa sekitar. Ini akan saya konsultasikan ke Pak Bupati," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Abdul Asis Ahmad mengungkap, pertanian harus maju, mandiri dan modern. Sejauh ini luas area di Kecamatan Mallawa yang telah ditanami Kopi seluas 155 hektar.

"Dengan pengetahuan yang minim, masyarakat telah menanam Kopi seluas 155 hektar. Untuk pengembangan ini memang butuh strategi dalam peningkatan, baik dari segi produksi, produktivitas, dan mutu tanaman kopi berkelanjutan," tegas Abdul Asis.

Salah satu strategi yang diharapkan dapat dilakukan adalah berkoordinasi dengan Bidang Peternakan. Pihaknya berharap bisa tercipta pengembangan ternak dilokasi yang sama.

halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!