TOPIK TERPOPULER

Wabup Maros Fokus Pengembangan Industri dan Wisata Kopi

Najmi Limonu

"Kita menginisiasi Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO), pengembang ternak luak, serta pengembangan ternak itik untuk wilayah wisata kebun kopi di Mallawa ke depan. Manfaatnya banyak, contohnya saja luak, kualitas kopi kita bisa jadi lebih baik jika diseleksi lagi dengan hewan luak," katanya.

Dirinya menjelaskan, karena petani kopi kita sering kali memaanen dengan cara serentak, kadang kala masi ada kopi muda yang ikut terpanen.

"Jika pake luak, luak hanya memakan kopi yang sudah matang, kopi yang kualitasnya bagus, hingga hasil dari kopi luak adalah kopi yang berkualitas tinggi," jelasnya.

Kepala Disbudpar kabupaten Maros Ferdiansyah mengungkap, meskipun bisa menjadi objek wisata yang bagus, strategis wilayah juga harus dipertimbangkan. Kecamatan Mallawa merupakan salah satu Desa terluar di Kabupaten Maros, berada diantara ketinggian 400-800 MDPL.

"Konsep yang ditawarkan di Desa Bentenge adalah Wisata Kampung Kopi, yaitu kombinasi antar kegiatan petualangan alam terbuka kegiatan edukasi, rekreasi, wisata kuliner, dan industri kecil berbasis komunitas (masyarakat). Karena wilayahnya yang sangat luar dari Maros, kita juga butuh menawarkan objek-objek wisata Maros yang akan dilalui sepanjang jalan menuju Kecamatan Mallawa, seperti wista yang ada di Kecamatan Cenrana, mengingat Cenrana adalah wilayah tetangga," ungkap Ferdy.



(agn)

halaman ke-2
TULIS KOMENTAR ANDA!