TOPIK TERPOPULER

Pastikan Bukan Konten, Polisi Selidiki Kasus Perundungan Siswi di Makassar

Faisal Mustafa
Pastikan Bukan Konten, Polisi Selidiki Kasus Perundungan Siswi di Makassar
Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jufri Natsir. Foto: Sindonews/Faisal Mustafa

MAKASSAR - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Makassar mendalami kasus perundungan antara siswi SMP yang video kekerasannya viral di media sosial. Kejadian dugaan penganiayaan itu terjadi di Jalan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini pada Jumat, (7/01/2022) lalu.

Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jufri Natsir menerangkan sejauh penyelidikan, pihaknya tidak menemukan kasus perundungan ini adalah konten sebagaimana disebutkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin belum lama ini.

Baca Juga: Video Perundungan Siswi Viral di Makassar, Kepala Disdik Sebut Hanya Konten

"Jadi kejadian ini awalnya selisih paham saling ejek begitu, tapi kami akan menyelidiki dan mendalami permasalah sesungguhnya terjadi sehingga viral. Sejauh ini kami temukan bukan untuk konten. Laporannya disini terkait penganiayaan atau pengeroyokan," kata Jufri di kantornya, Kamis (13/1/2022).

Perwira Polri satu bunga ini menjelaskan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah orang yang diduga terlibat dalam proses penyelidikan. "Saksinya kita sudah periksa 4 orang termasuk korban didampingi orang tuanya sendiri sama satu lagi teman korban," ucapnya.



Dia menyampaikan, pihaknya sementara mengagendakan pemeriksaan lanjutan kepada guru dan terlapor. Pemeriksaan rencananya akan dilaksanakan besok, Jumat, 13 Januari. "Besok rencana ada empat orang lagi termasuk (terduga) pelakunya yang akan kami hadirkan lagi," tegas Jufri.

Dia bilang, bila dalam prosesnya ditemukan perbuatan yang mengarah ke tindak pidana, maka status terlapor akan ditingkatkan. Terlapor dalam kasus berinisial PA dan masih berusia 13 tahun. "Tapi tidak menutup kemungkinan ada yang turut membantu dan turut andil. Korbannya inisial AI," paparnya.

Sementara itu, Ayah korban, Andi Idris mengaku kecewa dengan pernyataan Kadis Pendidikan Makassar, Muhyiddin. "Kami sangat kecewa dengan statement Kadis Pendidikan bahwa ini sebuah konten. Yang mana putri kami yang mengalami kekerasan," tuturnya.

Baca Juga: KPI Pusat Bentuk Tim Penanganan dan Pencegahan Perundungan dan Kekerasan Seksual



(agn)

halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!