TOPIK TERPOPULER

Universitas Padjajaran dan Komunitas SBSP Bahas Penanganan Sampah di Selayar

Tim SINDOnews
Universitas Padjajaran dan Komunitas SBSP Bahas Penanganan Sampah di Selayar
Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung dan Komunitas Selayar Bebas Sampah Plastik (SBSP) di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, sukses menggelar Less Plastic Friday Festival di Benteng, Ibukota Kepulauan Selayar, Jumat (14/1/2022). Foto: Istimewa

SELAYAR - Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung dan Komunitas Selayar Bebas Sampah Plastik (SBSP) di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, sukses menggelar Less Plastic Friday Festival di Benteng, Ibukota Kepulauan Selayar, Jumat (14/1/2022). Acara ini berisi giat “Plogging”, berupa aktivitas jogging sambil memungut sampah pada jalur yang dilewati. 

“Selain plogging, kami juga menggelar sharing session kepada partisipan acara dengan topik terkait sampah laut, terutama plastik. Pembicaranya dari Universitas Padjajaran dan Gerakan Selayar Bebas Sampah Plastik,” ucap Nursam selaku project officer Less Plastic Friday Festival di Selayar, Jumat (14/1/2022).

Baca Juga: YBM PLN UIW Sulserabar Salurkan Bantuan Senilai Rp130 Juta ke Selayar

Pada event tersebut dilakukan pula demo pembuatan ecobrik, sebuah aktivitas daur ulang sampah plastik dimana botol plastik diisi padat dengan limbah non-biological untuk dimanfaatkan kembali, bisa sebagai blok bangunan, partisi, kaki meja dan lain-lain.  

Pembicara dari Universitas Padjajaran Bandung adalah Noir Primadona Purba dari Fakultas Kelautan dan Perikanan, sementara dari Selayar Bebas Sampah Plastik diwakili oleh Riyadi Achmad selaku Program Leader.



“Sampah laut adalah isu global yang jika tidak kita tangani sejak dini, akan menjadi ancaman di masa depan. Kampanye dan activation seperti yang digelar hari ini (red: Less Plastic Friday Festival), harus terus didorong,” ucap Noir di depan ratusan peserta yang terdiri dari siswa, relawan lingkungan dan masyarakat umum di Selayar.

Noir Primadona Purba juga menyampaikan beberapa fakta terkait sampah plastik dalam kaitaannya dengan perubahan iklim dan meningkatnya pemanasan global. 

“Plastik juga memberi pengaruh terhadap kualitas kesehatan manusia dengan semakin banyaknya ditemukan ikan yang terkontaminasi oleh mikroplastik, yang kemudian kita konsumsi dalam hidup sehari-hari,” lanjut Noir. 

Sementara itu, Riyadi Achmad dari Gerakan Selayar Bebas Sampah Plastik, menekankan pentingnya mengurai persoalan dari hulu. “Penanganan sampah membutuhkan effort dan resources yang besar. Mencegah untuk tidak menghasilkan sampah yang kerap disebut re-think adalah solusi terbaik,” ucapnya. 

Baca Juga: Pemprov Sulsel Beri Bantuan Keuangan Rp8 Miliar untuk Selayar



Adapun Selayar Bebas Sampah Plastik adalah gerakan sosial di Kepulauan Selayar yang sudah eksis sejak tahun 2019 dengan serangkaian kampanye dan kegiatan yang berorientasi pada ajakan menenamkan nilai-nilai less plastic pada berbagai pihak/stakeholder.



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!