alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polrestabes Makassar Segera Selidiki Laporan Tim Hukum DIAmi

Mustafa Layong
Polrestabes Makassar Segera Selidiki Laporan Tim Hukum DIAmi
Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar akan menyelidiki laporan Tim Hukum pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi).

Laporan tersebut terkait dengan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Organisasi KP GRD dan akun facebook milik Yuniar Tompo SE yang menyebar isu sara (kedaerahan).

Baca : Sebar Isu Sara, Pemilik Akun Facebook Yuniar Tompo SE Dipolisikan

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Hasan membenarkan pihaknya menerima laporan tersebut. Dan pihaknya segera mengambil langkah penyelidikan menyikapi aduan tersebut.

"Baru kami terima laporannya tadi siang (kemarin). Akan kami pelajari dan segera dilakukan penyelidikan. Terlepas dari pilkada, setiap laporan masyarakat pasti ditindak lanjuti," singkatnya, Senin (12/3/2018).

Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel bakal menurunkan tim Satgas Cyber Pilkada. Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani menerangkan, pihaknya sudah membentuk tim khusus menangkal serangan black campaign di media sosial (medsos) selama tahapan pilkada berlangsung.

Tim tersebut diketuainya langsung bersama 21 polisi cyber yang memantau hiruk-pikuk komunikasi di dunia maya.

Sehingga, meskipun pengaduan dialamatkan ke Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, tim Cyber Pilkada Polda juga akan dikerahkan.  
"Tim Polda akan kami terjunkan membantu penyidik Polrestabes. Polrestabes nantikan berkoordinasi dengan Krimsus Polda," jelas Dicky saat dikonfirmasi KORAN SINDO kemarin.

Lebih lanjut, terkait dengan laporan Tim Hukum DIAmi, pengusutan kasus tersebut akan tetap diserahkan ke penyidik Polrestabes Makassar.

"Penyidik akan berkoordinasi walaupun laporan dan pengusutan di Polrestabes," katanya.

Menurut Dicky, tim Cyber Pilkada dilengkapi teknologi IT canggih milik Ditreskrimsus sehingga dapat dengan mudah mengungkap penyebar hoax dan ujaran kebencian di medsos.  

"Kalau ada akun-akun yang sengaja memprovokasi menebar hoax kami sudah ada tim khusus, mereka bisa disadap meskipun menggunakan akun palsu, kita akan melakukan patroli di dunia maya," sambung Dicky.

Dengan hadirnya polisi dunia maya itu, masyarakat khusunya kandidat dan relawan tim sukses lebih dewasa berkampanye. Sebaiknya medsos, kata Dicky digunakan mempromosikan program kerja, bukan sebaliknya, menyerang lawan politik.

Sejumlah konten yang disebut rawan bertebaran seperti fitnah terhadap kandidat, penggunaan isu sara terhadap lawan politik, hingga penghinaan dan pencemaran nama baik.

"Sampai saat ini alhamdulillah masih kondusif, situasi rangkaian masih aman. Namun jika ada calon kepala daerah yang difitnah dan keberatan, silahkan melaporkan kami akan tindak lanjuti," jelasnya.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads