alexa snippet
more
TOPIK TERPOPULER

Kasat Lantas Polres Bantaeng Tekankan Kesadaran Berlalulintas

Arisman Majid
Kasat Lantas Polres Bantaeng Tekankan Kesadaran Berlalulintas
Kasat Lantas Polres Bantaeng. AKP Jaka Santosa. Foto : Arisman Majid/SINDOnews

BANTAENG - Kepolisian Resort (Polres) Bantaeng belakangan ini terus menggelar Operasi Keselamatan 2018. Tercatat masih banyak ditemukan masyarakat pengendara yang melanggaran aturan berlalulintas.

Kepala Satuan Lalulintas (Kasat Lantas) Polres Bantaeng, AKP Jaka Santosa mengakui, selama operasi keselamatan 2018 berlangsung sejak 5 Maret, sedikitnya 149 pelanggaran ditemukan.

Hanya saja pihaknya baru menindaki satu pelanggaran dengan cara menilang, yakni kendaraan over kapasitas. Dia menegaskan pelanggaran ini tidak untuk diberikan toleransi, termasuk kendaraan yang melawan arus lalu lintas.

"Apabila mereka kita dapati tidak akan diberi ampunan karna ini sudah fatal sekali," pungkasnya, Selasa (13/3/2018).

Dalam giat ini pun pihaknya masih menemukan para pengendara roda dua (motor) yang tidak menggunakan helem berstandar SNI sebagai alat pelindung kepala.

"Masih ada beberapa juga pengendara sepeda motor yang memakai helem tapi seperti tidak memakai alat pelindung kepala tersebut. Budaya yang seperti inilah yang sangat membahayakan kepada masyarakat kita dan tidak menyadari tentang betapa bahayanya perilaku kebiasaan seperti itu dan kebanyakan yang melanggar yang kita temui yaitu pekerjaannya swasta dan masih berstatus siswa," terangnya.

Untuk itu, dia berharap kepada masyarakat Bantaeng agar mematuhi aturan berlalu lintas. Tidak hanya patuh hingga Operasi Keselamatan ini berlangsung hingga 25 mendatang. Akan tetapi, kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan setiap saat.

Lebih lanjut, giat operasi keselamatan ini hanya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan aturan berlalu lintas. Terlebih kepada sosialisasi pencegahan kecelakaan lalu lintas.

"Kegiatan ini 80 persen preventif. Sedangkan untuk penegakan hukum hanya 20 persen saja," jelasnya.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads