alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gegara Liputan Kandang Ayam, Wartawan Radar Bone Nyaris Diparangi

Supriadi Ibrahim
Gegara Liputan Kandang Ayam, Wartawan Radar Bone Nyaris Diparangi
Wartawan Radar Bone, Bahar saat memberikan keterangannya di hadapan rekan media, Rabu (13/4/2018). Foto : Supriadi Ibrahim/SINDOnews

WATAMPONE - Bahar, salah seorang wartawan Harian Radar Bone nyaris diparangi gegara hendak meliput kandang ayam milik warga di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Rabu (14/3/2018).

Tak hanya itu, kendaraan roda dua (motor) miliknya juga ikut disandera oleh pihak pengelola peternak ayam. Mendapat perlakukan tidak senonoh tersebut, Bahar kemudian melaporkan kejadian ini ke Mapolres Bone.

"Awalnya saya mengambil foto, setelah itu saya wawancara dengan warga. Tidak lama kemudian, salah satu pengelola keluar dari kandang dan saya menghampirinya untuk konfirmasi dan wawancara, tetapi dia langsung marah-marah dan langsung mengambil parangnya, akhirnya saya langsung lari," akunya, Rabu (14/3/2018).

Dia menjelaskan, tujuannya melakukan liputan untuk meminta keterangan pihak pengelola yang belakangan ini menjadi kelurahan masyarakat. Kandang ayam tersebut kerap menimbulkan bau tak sedap serta banyaknya lalat yang menyerbu rumah warga setempat.

Lanjut Bahar, saat dirinya berlari, dia lupa mengambil motornya yang terparkir tidak jauh dari kandang ayam tersebut. Ia pun minta tolong kepada salah seorang warga, untuk pergi mengambil motornya. Namun warga tersebut pun takut mendekat, karena palaku memegang parang sambil marah-marah.

Bahar akhirnya meminta tolong ke rekannya untuk dijemput dan langsung ke SPKT Polres Bone guna melaporkan kejadian tersebut. Setelah dimintai keterangan, SPKT Polres Bone pun langsung ke TKP untuk mengambil motor tersebut, dan menemui pelaku dan menyita barang bukti berupa parang yang digunakan pelaku.

Sementara, Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone, Abu Nawas membenarkan kejadian tersebut, namun pihaknya belum mengamankan pelaku.

"Benar ada rekan wartawan yang nyaris diparangi oleh warga saat melakukan peliputan. Kami sudak ke TKP mengamankan parang, besok pelaku kita panggil untuk pemeriksaan lebih lanjut."ungkapnya
 
Terpisah salah satu warga di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Tahrir, 31 sejak beberpa bulan ini mengeluhkan bau  tak sedap yang diduga berasal dari peternakan ayam yang ada di sekitar wilayah tersebut.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads