alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Danny Sebut DIAmi Tawarkan Program Bukan Janji Tak Jelas

Tim Sindonews
Danny Sebut DIAmi Tawarkan Program Bukan Janji Tak Jelas
Calon Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Dann Pomanto menyapa warga Kecamatan Mariso, Rabu (14/3/2018). Foto : Istimewa

MAKASSAR - Calon Wali Kota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto mengingatkan warga di Kecamatan Mariso agar tidak salah dalam menentukan pilihan di Pilwalkot Makassar, Juni mendatang.

Menurutnya, untuk memilih calon wali kota tidak harus menjual harga diri dengan uang ataupun sembako. Sehingga sejogjanya rakyat harus memilih pemimpin yang sudah terbukti, bukan hanya dengan berjanji.

“Ingat ini untuk masa depan rakyat, jangan jual harga diri ta dengan murah,” kata Danny saat mengisi jadwal kampanye di Jalan Matahari, Kecamatan Mariso, Rabu (14/3/2018).

Danny sapaan akrab incumbent mengatakan, pemilihan kepala daerah adalah kesempatan bagi rakyat menemukan kesempatan merumuskan masa depan lima tahun ke depan dengan membangun komitmen bersama.

“Kalau ketemu kucing dalam karung itu lebih baik, dari pada ketemu harimau dalam karung. Artinya setidaknya kalau saya belum sempurna selama ini, Anda masih bisa memilberi kesempatan kepada kami untuk membuat Makassar lebih baik. Daripada memilih Harimau dalam karung kan justru bahaya bagi masa depan Makassar,” kata Danny disambut tawa ratusan warga.

Lanjut pasangan calon Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi), rakyat harus memanfaatkan suaranya di tempat pemungutan suara (TPS) dengan baik. Agar tidak tersiksa selama 5 tahun. “Karena salah pilih pemimpin,” tandasnya.

Danny menjelaskan, selama 3 tahun menjadi Wali Kota Makassar, dirinya sudah bisa membuktikan contoh nyata program pembangunan. Memperbaiki jalan, memasang lampu jalan, mempercantik lorong, dan membersihkan drainase yang tersumbat.

“Ini baru tiga tahun, jadi masih perlu dilanjutkan. Supaya tambah baik. Jadi harus coblos nomor 2,” katanya.

Calon nomor urut 2 ini menjelaskan, tidak mau memberikan janji kepada masyarakat. Tapi lebih memilih program yang bisa dirasakan langsung masyarakat.

“Kalau janji itu tidak ada waktu dan tidak ada sumber biayanya alias piti kana-kanai. Kalau program pasti masuk akal,” kata Danny.

Danny menyebut contoh program lain yang sudah terbukti terlaksana di masa pemerintahannya, yakni menaikkan insentif Ketua RTRW menjadi Rp 1 juta per bulan.

“Kalau pendapatan asli daerah kita bisa naik Rp 2 triliun, bisa kita naikkan insentif jadi Rp 2 juta per bulan. Setuju?,” ucap Danny dijawab teriakan oppoki.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads