alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Suplai Listrik di Sulsel Surplus Hingga 200 Megawatt

Syachrul Arsyad
Suplai Listrik di Sulsel Surplus Hingga 200 Megawatt
Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Suplai listrik untuk wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar), saat ini mengalami peningkatan atau surplus hingga 200 megawatt (MW).

Tentu hal ini menjadi kabar baik bagi perkembangan suatu daerah dengan tingginya pasokan cadangan listrik tersebut. Sangat berdampak untuk mendukung kondisi daerah lainnya, utamanya, untuk pendistribusian ke wilayah pedesaan yang saat ini masih banyak belum tersentuh listrik.

General Manager (GM) PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) Sulselrabar, Bambang Yusuf menjelaskan, kondisi ini bakal berdampak baik bagi Sulsel.

Dia menerangkan, daya beban puncak mencerminkan kebutuhan maksimal di suatu sistem kelistrikan. Sementara, daya mampu saat ini posisinya di atas beban puncak. Artinya, ada surplus. Apalagi beban puncak, lanjutnya, hanya sekitar empat jam tiap harinya, sehingga di luar itu cadangannya bisa lebih besar lagi.

"Kondisi kelistrikan Sulsel sekarang sudah lebih bagus. Saat ini beban puncak 1.050 Megawatt, daya mampu sekitar 1.300 Megawatt. Jadi kita berlebih 200 Megawatt," kata Bambang usai melakukan audiensi bersama Gubernur Sulsel di Kantor Gubernur, Rabu (14/3/2018).

"Sangat bisa. Harapan kita agar daya surplus ini bisa lebih gencar memasarkan dan meningkatkan keandalan," sambungnya.

Ia mengaku, khusus Sulsel masih banyak desa yang belum terjangkau jaringan listrik. Sebagai pimpinan baru di PT PLN Wilayah Sulselrabar, Bambang bertekad seluruh desa harus mendapat pasokan listrik secara bertahap. Apalagi, lanjutnya, hal ini sudah menjadi instruksi Presiden RI, Jokowi.

"Tapi perlu perjuangan dan waktu, utamanya di desa-desa yang masih jauh dari jaringan existing PLN saat ini. Tapi kami bertekad tahun 2019, semua desa sudah terjangkau listrik," jelas dia. Bahwa ada dusun yang agak jauh, sambung Bambang, secara bertahap juga akan diusahakan, termasuk daerah kepulauan.

Bambang turut menjamin, saat ini tidak ada lagi pemadaman bergilir. Pasalnya, kondisi listrik sekarang bukannya defisit. Kalaupun terjadi pemadaman, tegas dia, itu karena ada gangguan.

Misalnya, sebut Bambang, gangguan alam, seperti dampak hujan dan angin kencang sehingga pohon tumbang, lalu memutus kabel listrik. Selain itu, karena memang sedang ada pemeliharaan jaringan secara berkala.

"Jadi sekali lagi, statement saya karena ini sudah surplus, yang namanya padam bergilir, tidak ada lagi," imbuhnya. "Karena pemadaman listrik itu ada, jika kondisinya defisit. Sekarang kita surplus," ujarnya.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads