alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

DPRD Sulsel Pangkas Anggaran Pilgub Hingga Rp50 Miliar

Luqman Zainuddin
DPRD Sulsel Pangkas Anggaran Pilgub Hingga Rp50 Miliar
Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Dana hibah KPU Sulsel untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel bakal direvisi. Anggaran yang sebelumnya ditetapkan dijumlah Rp456 Miliar, dipangkas.

Hal ini dibahas dalam rapat badan anggaran (Banggar) DPRD Sulsel, siang tadi. Alasan pemotongan ini, disebabkan adanya perbedaan jumlah paslon yang sebelumnya diestimasikan KPU Sulsel untuk 6 Paslon Pilgub Sulsel. Sementara saat ini, hanya ada 4 Paslon.

Ditemui seusai rapat, Ketua Banggar DPRD Sulsel Fahruddin Rangga menuturkan, jumlah anggaran yang akan dipangkas mencapai Rp50 Miliar.



Jumlah itu kata Fahruddin sudah melalui perhitungan yang dilakukan oleh pihaknya, dengan pengurangan 2 paslon dari yang diestimasikan KPU Sulsel 6 paslon.

"Minimal itu Rp50 Miliar karena kita sudah hitung 10%. Kalau kita lihat hitung-hitungan kasarnya pengurangan dua calon," ungkap Fahruddin, Kamis, (15/03/2018).

Diakui Fahruddin, bahwa KPU Sulsel sebenarnya sudah mengajukan sendiri nominal anggaran yang dipangkas. Hanya saja, angkanya dianggap terlalu kecil. KPU Sulsel mengusulkan Rp22 miliar.

"Pengurangan dua calon yang hitungan pengurangan hanya Rp22 miliar itu, sangat jauh dari harapan," ungkap legislator Golkar ini.

Sebenarnya, sambung Fahruddin, DPRD Sulsel malah mengusulkan pemotongan anggaran di angka 20% atau Rp91 Miliar. Hanya memang, angkanya justru terlalu besar.

"Maunya teman-teman hingga 20%, tapi kita pertimbangakan dengan hal-hal lain, karena ada item pembiayaan dilakukan," ucapnya.

Dengan pengurangan anggaran tersebut, diprediksi kegiatan KPU Sulsel sedikit banyak akan terpengaruh. Oleh karena itu, DPRD Sulsel menyarankan agar penyelenggara tidak melakukan begitu banyak kegiatan yang tidak substansial. Salah satunya, sosailisasi.

"Sosialisasi tidak perlu diulang-ulang. Seharusnya disatukan saja. Karena kita tahu semua yang ada itu pengurus partai," lanjutnya.

Bahkan, Fahruddin Rangga juga menyebutkan jika debat kandidat itu seharusnya satu atau dua kali saja. Karena jika sering dilakukan debat kandidat hingga tiga kali sangat berpotensi gesekan ataran pendukung calon.

"Debat kandidat memang penting untuk dilihat oleh masyarkat. Tapi kita juga harus lihat di sisi lain jangan sampai ada gesekan dan itu bisa kita hindari. Palingan satu kali itu sudah cukup yang jelas masyakrat sudah tau," ungkapnya.

Selanjutnya, DPRD berencana rapat bersama KPU Sulsel, untuk kembali melakukan revisi atau istimasi pengurangan anggaran Pilkada. "Nanti tanggal 19 Maret kita akan rapat lagi dengan mengundang seluruh stakeholder yang ada," pungkas dia.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook