alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Mengenal Novichok, Racun Saraf Ganas dan Mematikan Milik Rusia

Tim Sindonews
Mengenal Novichok, Racun Saraf Ganas dan Mematikan Milik Rusia
Ilustrasi/Istimewa

MAKASSAR - Racun Novichok, kini ramai diperbincangkan dan sedang jadi sorotan dunia. Racun saraf terhebat yang pernah dimiliki Rusia di era Soviet ini disoroti karena diduga digunakan untuk menyerang mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal, di Inggris yang kini memicu perseteruan kedua negara.

Racun ini pertama kali dikembangkan oleh Jenderal Anatoly Kuntsevich saat Rusia masih bernama Uni Sovyet, belakangan pria ini tewas misterius pada tahun 1990-an.

Dikutip dari Live Science, Novichok diambil dari bahasa Rusia yang berarti "pendatang baru". Racun saraf ini dibuat pada era Soviet sekitar tahun 1970 hingga 1980-an, untuk melawan perjanjian yang melarang senjata kimia dengan struktur tertentu.



Senjata kimia itu adalah generasi keempat ini dan dikembangkan oleh Soviet dengan kode program "Foliant". Racun saraf ini dirancang untuk menghindari deteksi oleh inspektur internasional.

Novichok dianggap memiliki struktur yang berbeda. Namun, sama seperti racun saraf lain, Novichok mengikat dan mematikan cholinesterase, enzim yang digunakan sistem saraf untuk terhubung dengan otot.

"Alasan mengapa Anda meninggal karena racun ini sederhana," kata Dr. Lewis Nelson, piminan pengobatan darurat di Rutgers New Jersey Medical School, Amerika Serikat.

"Jika otot Anda tidak bekerja, Anda tidak bisa bernapas. Jika tidak bernapas, Anda akan mati," kata dokter yang juga terlibat dalam pengobatan Skripal.

Novichok sendiri berbentuk bubuk yang sangat halus. Racunnya dibuat dengan dua komponen tidak beracun yang terpisah, disatukan agar menjadi bahan aktif dan beracun. Artinya racun ini bisa digabung sebagai dua bahan kimia yang kurang berbahaya. Bila dicampur, mereka bereaksi untuk menghasilkan zat beracun aktif.

Novichok, yang dikenal dengan nama A-320 dilaporkan lima hingga delapan kali lebih mematikan dibandingkan dengan racun VX.

Racun saraf VX adalah jenis racun yang pernah digunakan untuk membunuh kakak tiri Kim Jong-un tahun lalu. "Jenis racun ini lebih berbahaya dan canggih dibandingan dengan sarin atau VX serta sulit untuk diidentifikasi," kata Professor Gary Stephens, seorang ahli Farmakologi dari Universitas Reading.

Beberapa jenis A-230 sudah diproduksi. Salah satu bahan kimia eksperimental ini - A-232 - dilaporkan digunakan oleh militer Rusia sebagai basis senjata kimia, yang dikenal dengan nama Novichok-5.

Novichoks dirancang lebih beracun dibanding senjata kimia lainnya, sehingga ada beberapa macam reaksi yang terjadi - mulai dari 30 detik sampai dua menit.

Bagian tubuh yang terpapar biasanya melalui saluran pernafasan, meskipun racun itu juga bisa diserap lewat kulit. Jika bentuknya bubuk maka efeknya berjalan lambat.

Dilaporkan efek racun Novichok yang ditimbulkan sama dengan racun saraf lainnya.

Ini artinya racun itu menghalangi pesan dari saraf ke otot, menyebabkan kegagalan banyak fungsi tubuh.

Gejalanya meliputi mata memutih, karena pupil mata menyempit, kejang, keluar air liur dan yang lebih buruk, koma, kegagalan pernafasan dan kematian.

Racun ini menyebabkan detak jantung melambat dan sulit bernafas, yang menyebabkan kematian karena sesak napas.

Beberapa jenis Novichok dirancang khusus untuk kebal terhadap penangkal racun saraf standar. Jika seseorang terpapar racun itu, mereka harus segera melepas pakaian dan mencuci kulit mereka dengan sabun dan air. Mata mereka harus dibilas dan mereka harus diberi oksigen.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads