TOPIK TERPOPULER

Pemprov Sulsel Cairkan Bonus Atlet Peraih Medali PON dan Peparnas, Nilainya Rp13 M

Tim SINDOnews
Pemprov Sulsel Cairkan Bonus Atlet Peraih Medali PON dan Peparnas, Nilainya Rp13 M
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman bersama kontingen Sulsel di PON dan Peparnas Papua. Foto: Humas Pemprov Sulsel

MAKASSAR - Pemprov Sulsel mulai mencairkan bonus atlet peraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) Papua 2021. Proses pencairan mulai dilakukan hari ini, Jumat (18/2/2022).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel, Andi Arwin Azis mengatakan, para atlet dan pelatih yang masuk dalam daftar penerima bonus telah menandatangani tanda terima.

Baca juga: Atlet Karate Sulsel Peraih Medali Emas di PON Papua Dapat Bonus Rp600 Juta

Arwin mengakui, pembayaran bonus baru bisa dilakukan tahun ini, sebab APBD 2021 telah ditetapkan sebelum penyelenggaraan PON dan Peparnas. Sehingga tidak memungkinkan pengalokasian bonus di APBD 2021. Pihaknya pun mengusulkan alokasi anggaran bonus atlet PON dan Peparnas di APBD 2022.

"Cair hari ini, bonus sudah mulai proses transfer ke rekening masing-masing atlet dan pelatih, kita harap hari ini tuntas. Sebagaimana arahan Bapak Plt Gubernur Sulsel sebelumnya, beliau menyatakan bahwa nilai bonus untuk atlet peraih medali PON kali ini akan meningkat dua kali lipat dari PON sebelumnya di Jawa Barat," ujar Arwin.

Arwin menyebut, total anggaran untuk bonus atlet PON dan Peparnas sebesar Rp13.838.000.000. Dari jumlah tersebut, porsi bonus atlet PON sebesar Rp10.926.000.000, sedangkan Peparnas sebesar Rp2.912.000.000.

Baca juga: Honor Tim Medis PON XX Papua Tak Kunjung Dibayar, DPR Papua Minta Audit

"Sesuai arahan Bapak Plt Gubernur Sulsel, atlet peraih medali emas mendapat bonus sebesar Rp200 juta (sebelumnya Rp100 juta), peraih medali perak mendapat Rp150 juta (sebelumnya Rp75 juta), sedangkan peraih perunggu mendapat Rp100 juta (sebelumnya Rp50 juta)," jelasnya.

Terkait adanya pemotongan bonus, Arwin menjelaskan jika hal itu merupakan Pajak Penghasilan (PPh 21) yang menjadi kewajiban setiap penerima hadiah atau bonus berdasarkan peraturan Ditjen Pajak nomor: PER-16/PJ/2016 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan PPh 21/26.

Di samping itu, lanjut Arwin, dasar pengenaan PPh 21 terhadap bonus yang diterima para atlet tertuang juga dalam UU No 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, Bonus, Hadiah atau Penghargaan merupakan obyek pajak. Untuk besaran tarifnya terdapat dalam pasal 17 UU PPh, di mana terdapat 4 kategori

halaman ke-1
TULIS KOMENTAR ANDA!