alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

DPRD Sebut Penggunaan Material 2 RS Milik Pemprov Tak Sesuai RAB

Luqman Zainuddin
DPRD Sebut Penggunaan Material 2 RS Milik Pemprov Tak Sesuai RAB
Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Komisi E DPRD Sulsel melakukan kunjungan mendadak pada dua rumah sakit berbeda di Makassar. Masing-masing, RSUD Haji Sulsel dan RS Labuang Baji.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau pembangunan dan renovasi bangunan kedua rumah sakit tersebut. Kunjungan itu dipimpinan ketua Komisi E Kadir Halid, serta tiga legislator lain Andi Tenri Sose, Rusni Kasman, dan Nupri Basri Patollangi.

Di RSUD Haji, rombongan komisi E mendatangi dua bangunan yang baru selesai dibangun. Masing-masing gedung Alfajar dan Farmasi. Ada beberapa catatan minor yang dikumpulkan pada kedua bangunan tersebut. Misalnya, perbedaan material tegel yang digunakan pada setiap lantai yang ada di bangunan Farmasi.



"Materialnya juga tidak sesuai, lantainya. Tegel saja itu yang digunakan itu KW 3. Padahal seharusnya yang bagus, kelas 1. Nda mungkin ada tegel kelas 3 di RABnya," kata ketua Komisi E Kadir Halid.

Bahkan Kadir beberapa kali menunjuk tegel yang ukurannya berbeda antara lantai satu dan lainnya. "Lihat ini (tegel), ukurannya beda toh sama yang di atas. Kualitasnya juga beda," sesal legislator Golkar ini.

Memang, dari pengamatan KORAN SINDO di lokasi, ukuran tegel di lantai satu menggunakan ukuran 60×60. Sementara di lantai lainnya sedikit kecil. Hal itu turut diamini PPATK.

"Iya ukuran tegelnya memang berbeda, dilantai satu dengan lantai dua, tapi itu sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Belanja). Di RAB itu, lantai berapa ukurannya berapa, lantai 2 ukuran yang berapa, dan lantai 3 juga," terang PPATK Nuriana.

Hanya memang, kata Nuriana, masih ada waktu enam bulan untuk membenahi sejumlah bagian yang dianggap kurang baik. "Semua yang belum baik akan diperbaiki kembali, enam bulan ke depan masih ada masa pemeliharaan. Dari masa tanggal berakhirnya kontak," ungkap Nuriana.

Selain tegel, rombongan komisi E juga banyak menemukan bagian-bagian yang dianggap belum sempurna di RSUD Haji. Misalnya, plafon dan dinding ruangan yang retak di sejumlah bagian, dan terlihat lembab dan berlumut. Ada juga ruangan yang sudah digunakan namun plafonnya.

"Evaluasi pertama di rumah sakit Haji, dari lima kontraktor yang mengerjakan, semuanya masih bermasalah di bangunan, ada yang bocor, materialnya juga tidak sesuai, lantai," kata Kadir Halid.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook