TOPIK TERPOPULER

Pria Asal Luwu Utara Palsukan Surat Kematian Istri untuk Menikah Lagi

Faisal Mustafa
Pria Asal Luwu Utara Palsukan Surat Kematian Istri untuk Menikah Lagi
Seorang pria asal Kabupaten Luwu Utara memalsukan dokumen kematian istrinya demi menikah lagi. Foto: Dokumentasi polisi

MAKASSAR - Petugas Resmob Polda Sulawesi Selatan membekuk lelaki berinisial FR (38), warga Kabupaten Luwu Utara (Lutra) atas dugaan pemalsuan dokumen. Pelaku membuat keterangan palsu bahwa istrinya telah meninggal dunia untuk menikah lagi.

Kanit Resmob Polda Sulsel, Kompol Dharma Praditya Negara mengatakan, FR dibekuk bersama istri mudanya berinisial W (19) di indekos Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Selasa (1/3) sekira pukul 06.00 Wita. FR dan W merupakan buronan Polres Luwu Utara.

Baca juga: Palsukan Kematian Istri Agar Bisa Nikah Lagi, Suami di Bali Divonis 8 Bulan Penjara

"Kami melakukan back up penangkapan terhadap dua orang DPO, di mana kedua pelaku diduga melakukan pemalsuan dokumen data perkawinan dan atau perzinahan yang viral di media sosial Instagram," kata Dharma dalam keterangan resminya.

Dharma menjelaskan, FR dan W dilaporkan ke Polres Luwu Utara pada 17 Desember 2021. Mereka kemudian masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pada 24 Januari 2022. "Setelah melakukan penyelidikan kami mendapat informasi bahwa para pelaku berada di Sidrap," ucapnya.

Perwira Polri satu bunga ini mengutarakan, berdasarkan pengakuan FR, pernikahannya dengan W dilakukan pada 21 November 2021 di Desa Subur, Kecamatan Sabbang, Selatan Kabupaten Lutra. "Padahal yang bersangkutan masih berstatus suami sah dengan istrinya berinisial D," katanya.

Baca juga: Memilukan, Ibu Ini Dilaporkan Telah Meninggal oleh Suami yang Hendak Nikah Lagi

Dharma bilang, FR telah menikah dengan D selama 10 tahun dan belum bercerai. Keduanya tinggal di Maluku. Namun pada Juni 2021, FR meminta izin untuk pulang kampung ke Luwu Utara. Tetapi sampai kurun waktu 6 bulan FR tak kembali lagi.

"Istrinya kemudian mendapat informasi bahwa suaminya telah menikah lagi dengan perempuan W. Yang mana lelaki FR menikah dengan cara memalsukan surat kematian istrinya dan tanpa sepengetahuan D memindahkan dari Maluku ke Luwu Utara," ujar Dharma.

Baca juga: Kawal Laporan Dugaan Pemalsuan Dokumen, Kuasa Hukum Irwansyah Sambangi Kantor Polisi

Alumni Akademi Kepolisian tahun 2008 ini menerangkan, FR mengaku perbuatannya yang memalsukan beberapa dokumen berupa KTP, kartu keluarga dan surat kematian istrinya. Kini FR dan W akan menjalani proses hukum di Polres Luwu Utara.

FR disangka melanggar Pasal 279 KUHPidana tentang mengadakan perkawinan padahal mengetahui bahwa perkawinan perkawinan-perkawinan pihak lain menjadi penghalang dan atau Pasal 284 KUHPidana tentang perzinahan. Ancaman hukuman maksimal lima tahun.





(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!