TOPIK TERPOPULER

Alasan Ekonomi, Pedagang Pakaian di Pusat Niaga Palopo Ngotot Tetap Jualan

Chaeruddin
Alasan Ekonomi, Pedagang Pakaian di Pusat Niaga Palopo Ngotot Tetap Jualan
Seratusan pedagang pakaian di PNP mendatangi kantor DPRD Palopo. Mereka menuntut agar pemerintah mencabut larangan aktivitas penjualan di PNP. Foto: SINDOnews/Chaeruddin

PALOPO - Dengan alasan ekonomi dan persoalan perut, pedagang pakaian di Pusat Niaga Palopo (PNP) ngotot akan tetap menjual di tengah pandemi covid-19 selama bulan Ramadhan tahun ini.

Ini disampaikan dan dipertegas seratusan pedagang pakaian PNP saat mendatangi kantor DPRD Palopo, Jumat (24/4/2020). Mereka mengaku keputusan ini terpaksa mereka ambil karena desakan ekonomi dan persoalan pemenuhan kebutuhan dasar, seperti makanan.

"Jika kami tidak menjual kami mau makan apa, kami mau bayar tagihan PDAM, tagihan listrik pakai apa, belum lagi tagihan kredit," ujar Mirna salah seorang pedagang, Jumat (24/4/2020).

"Kami mengerti kondisi saat ini sehingga pemerintah melarang sejumlah aktivitas tetapi pemerintah juga harus paham kondisi kami masyarakat kecil, tidak kerja, tidak jualan, kami juga susah makan," lanjutnya.

Sementara itu, Syarifuddin, salah seorang koordinator pedagang saat penyampaian aspirasi menceritakan, mereka sebenarnya telah melakukan komunikasi dengan Wali Kota Palopo.

Secara tegas Wali Kota Palopo melarang mereka berjualan di PNP selama pandemi covid-19, kecuali bagi pedagang makanan.

"Saya sudah ketemu Pak Wali dan beliau tetap tidak mengizinkan kami untuk jualan. Beliau katakan, jika ada yang tetap ingin menjual dia juga tidak bisa memaksa. Namun Pak Wali ingatkan, jika ada dampak negatifnya bisa membahayakan orang lain, bukan hanya warga yang berjualan di PNP," kata Syarifuddin mengutip pernyataan wali kota.

Syarifuddin mengatakan, dia dan pedagang pakaian lainnya tetap akan jualan dan membuka toko dan los mereka saat ini. (Baca juga: Pemkot Palopo Terima Bantuan Ratusan APD Atasi Covid-19)

Dia menjelaskan, pedagang PNP tetap akan mengantisipasi penyebaran covid-19 dengan menggunakan masker, jaga jarak serta menyiapkan tempat cuci tangan di beberapa titik di PNP.

"Kami sepakat tetap akan menjual, namun tetap memperhatikan para pembeli, yang tidak gunakan masker kami tidak layani, kami juga pedagang akan menggunakan masker dan jaga jarak serta menyiapkan tempat cuci tangan," ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Palopo, Irfan, saat menerima para pedagang PNP mengatakan tidak akan memberikan izin atau menyetujui permintaan para pedagang untuk berjualan.

"Pada prinsipnya DPRD Palopo akan mengikuti instruksi pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Namun jika ada pedagang yang tetap akan berjualan kami juga sulit untuk melarang karena kami paham ini persoalan perut, persoalan ekonomi mereka," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Irfan mengajak masyarakat untuk selalu menjaga diri dan keluarganya dari penyebaran wabah covid-19 dengan tetap menggunakan masker, jaga jarak bahkan mengurangi aktivitas di luar rumah termasuk jualan di pasar.



(luq)

TULIS KOMENTAR ANDA!